fbpx

Sekolah Unggulan, Kebutuhan atau Prestise?

Oleh : Dr.Muslimin,M.Si

Dewasa ini sering kita dengar istilah “sekolah unggulan” atau sekolah”plus” atau “sekolah model”,,kita selalu berpikir dan bertanya tanya, sebuah sekolah disebut unggulan karena apa,,.?,,apa karena siswa siswa yg masuk memang siswa cerdas ..?,,apa karena gurunya unggul,,? apa karena sarana dan prasarananya unggul,,?…pertanyaan sebagian masyarakat ini tentu menjadi salah satu kerisauan akan mutu pendidikan saat ini yang masih jauh dari harapan masyaraka itu sendiri.

Predikat sekolah unggulan ada yang datangnya secara tiba tiba karena keinginan kepentingan birokrat dan ada pula yang muncul karena penilaian masyarakat. Sekolah unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu. Dalam kategori unggulan tersirat harapan harapan terhadap apa yang di miliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah itu, harapan itu sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa,pemerintah dan masyarakat.

Apa itu sekolah unggulan…?

Secara ontologis sekolah unggul dalam perspektif Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah sekolah yang dikembangkan untuk mencapai keunggulan dalam keluaran(output) pendidikannya, untuk mencapai keunggulan tersebut maka input, proses pendidikan, guru dan tenaga kependidikan, manajemen, layanan pendidikan, serta sarana penunjangnya harus diarahkan untuk menunjang tercapainya tujuan tersebut.

Beberapa karakteristik sekolah unggulan yang menjadi pembeda dengan sekolah reguler lainnya :

1. Input berupa calon siswa diseleksi secara ketat dengan menggunakan kriteria tertentu dan prosedur yang dapat dipertanggung jawabkan, yang meliputi prestasi belajar yang diatas rata rata, skor tes yang tinggi yang meliputi intelensi dan kreastivitas.
2. Sarana dan prasarana yang lengkap dan standar untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa baik minat dan bakatnya
3. Lingkungan belajar yang kondusif baik lingkungan fisik maupun sosial psikologis
4. Kurikulum yang diperkaya yaitu kurikulum yang dilakukan pengembangan improvisasi secara maksimal sesuai tuntutan belajar siswa yang mempunyai keunggulan sehingga perlu pengayaan dan percepatan kurikulum,
5. Rentang waktu belajar disekolah lebih panjang sehingga perlu disediakan sarana dan prasarana penunjang,
6. Proses KBM yang berkualitas dan hasilnya dapat dipertanggung jawabkan kepada siswa,lembaga dan masyarakat.
7. Nilai sekolah unggul terletak pada perlakyan tambahan diluar kurikulum nasional melalui pengembangan materi kurikulum, program pengayaan dan perluasan serta percepatan, pengajaran remidial, pelayanan bimbingan dan konseling, pembinaan dan spdisiplin serta kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Dari konsep diatas sedikit banyak memberikan informasi bahwa betapa memang kebutuhan sekolah yang bermutu adalah sebuah keharusan dan tuntutan, bukan lagi hanya gagah gagahan atau simbolik semata. Keberadaan sekolah unggulan disetiap daerah mesti diinisiasi oleh pemerintah daerah itu sendiri dengan dukungan penuh oleh masyarakat. Pemerintah daerah mesti berani mengambil kebijakan dengan mengakomodir 20% untuk pendidikan,tanpa dukungan dana yang memadai mustahil rasanya kita akan mendapatkan pendidikan yang bermutu.

Investasi pendidikan adalah investasi jangka panjang,investasi yang tidak bisa diukur dengan materi,karena ia berupa “nilai” yang sangat bernilai dan fundamental,,tidak mungkin hari ini kita memulai, kemudian mengambil hasilnya..karenanya menjadi penting bagi kita semua memiliki keberpihakan yang sungguh sungguh ikhlas dalam membangun peradaban manusia melalui investasi pendidikan

Peradaban manusia hanya bisa di bentuk dan diterpa melalui “pendidikan”.
Dengan pendidikan manusia akan menjadi manusia yang sesungguhnya.

Read Previous

Antara KPK,Busu Koer & La Domeng

Read Next

Antara Daging Sapi, Kesejahteraan ASN dan TK2D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *