fbpx

PENDIDIKAN DAN PRILAKU POLITIK

Oleh : Dr. Muslimin, M.Si

Mediakutim.com – Tahun 2019 ini boleh di katakan sebagai tahun politik bagi sebagian daerah yang akan melakukan pesta demokrasi yaitu pemilihan kepala daerah secara langsung(pilkada serentak). Tahun politik bisa jg di maknai sebagai tahun pencarian identitas bagi elit elit yang akan mencoba peruntungan dalam kompotesi menuju puncak ke kuasaan.

Bulan agustus ini sebagai bulan kemerdekaan di pandang sebagai bulan kebebasan, kebebasan dalam belunggu penjajahan termasuk kebebasan dalam ketertinggalan dan keterbelakangan, dalam bulan ini juga menjadi penting untuk berpikir dan merenung tentang kondisi pendidikan dan kondisi perpolitikan saat ini, dengan perasaan sedih bercampur kegembiraan, sedih karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan haknya menerima layanan pendidikan yang semestinya, gembira karena masih ada harapan yg menjanjikan dgn lahirnya anak anak cerdas yang berprestasi. Dan pada saat yang bersamaan kita juga dipaksa berpikir dan menghela napas panjang menyaksikan penampakan wajah jelek dunia politik yang saling berebut kekuasaan yang kadang diluar norma yang sehat dan tidak jarang berujung anarkis, kerusahan dan permusuhan yang berkepanjangan diperparah lagi para elit politik terlalu mudah mengeluarkan pernyataan pernyataan yang tidak konsisten, hari ini bilang A, besok bilang B dan seterusnya.

Lalu kita bertanya “masih adakah jaminan dan harapan dunia pendidikan akan lahirnya generasi2 yang berprilaku politik yang lebih santun, beretika, berintegritas dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa ini, masa depan daerah ini,.,? Untuk menjawab ini, banyak orang melakukan kegiatan serangkaian diskusi, seminar, kajian dan kegiatan lainnya, dan pandangan yang lahir tentu akan berbeda beda,ada yang optimis tetapi tidak sedikit juga yang pesimis. Optimis karena masih ada harapan akan lahirnya generasi cerdas, tangguh dan berjiwa negarawan. Pesimis karena kondisi yang tidak begitu membahagikan hari ini, betapa sepak terjang dan prilaku generasi saat ini yang begitu telanjang mempertontonkan prilaku prilaku negatif dan menyimpang.

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PRILAKU POLITIK.

Budaya politik dibentuk dan dikembangkan oleh pelaku politik, dan ciri cirinya sangat dipengaruhi oleh karakter pendidikannya. Hubungan keduanya tentu tidak bersifat langsung, tetapi saling mempengaruhi. Filosofi pendidikan adalah memanusiakan manusia, dan makna ini mesti berakar mendalam bagi para pelaku politik, sehingga penghormatan terhadap nilai nilai kemanusiaan dan lingkungan sekitarnya menjadi lebih baik. Pendidikan memberikan dasar dasar kepada para calon pelaku politik, jika dasar dasar nya baik dan kokoh maka tentu akan berkorelasi positif akan lahirnya pelaku pelaku politik yang baik pula, begitupun juga sebaliknya jika jelek maka tentu akan melahirkan pelaku pelaku politik yang rapuh dan jelek pula dan ujungnya menyusahkan orang banyak.

Lalu bagaimana kontur pendidikan yang dapat menjadi landasan ideal kehidupan politik,,?..Dalam pendidikan moderen menjelaskan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat menjelajah pada enam makna(realms of meaning), yaitu simbolika, emperika, estetika, etika, sinnotika dan sinoptis. Dan jika ini diselenggarakan dengan baik, maka tentu akan melahirkan anak anak muda yang mampu berpikir secara sistimatik, holistik dan terukur dan mengenal berbagai ragam persoalan empiris di masyarakat, memiliki rasa keindahan, kepekaan sosial, secara sukarela taat pada norma dan mampu berpikir secara reflektif dan integratif.

Tentu harapan harapan dan optimis akan selalu ada, mimpi mimpi akan lahirnya
pelaku pelaku politik yang berilmu, berakhlaq baik tentu selalu ada melalui pendidikan yang baik pula. Prilaku politik yang di lakonkan oleh politikus politikus semestinya mencerminkan etika, norma dan keberpihakan pada kepentingan umum dan masyarakat, bukan justru sebaliknya lebih sibuk mempejuangkan kepentingan pribadi dan golongan.

Cerminan pendidikan yang baik bagi seorang politikus tentu akan selalu terpotret dalam aktivitas prilaku politiknya, semakin baik tingkat pendidikannya tentu akan selalu berbanding lurus dalam aktivitas politiknya meskipun kadang harus melawan kondisi lingkungan dan dirinya sendiri.

Read Previous

Kedipan Mata Meong Palo,Penuh Arti Di Acara Pelantikan 40 Anggota DPRD Kab.Kutai Timur.

Read Next

Di Antaranya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *