fbpx

Durian Abah Bisa Terjual Antara 600 Sampai Dengan 1000 buah Dalam Sehari

Mediakutim.com – Kota Sangatta Kab. Kutai Timur, salah satu kota yg penduduknya penikmat buah.  Ini bisa di lihat dengan menjamurnya penjual buah baik berupa kios buah, maupun penjual aneka ragam buah buahan yang buka lapak di pinggir pinggir jalan. Sayangnya bahwa daerah yg pernah mengusung visi misi sebagai daerah pengembangan Agribisnis ini, buah buahan yg dijual masih berasal dari luar daerah, termasuk dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

Salah satu penjual buah spesial buah durian yang terbilang sukses di bidang usaha yang digelutinya, adalah Adi Supiansyah. Pemilik Kios Abah di Jalan APT.Pranoto Gang Lasinrang ini menuturkan kalau usahanya itu, hanyalah usaha sampingan, karena pekerjaan sesungguhnya adalah karyawan PT.Kaltim Prima Coal, salah satu tambang batu bara terbesar di Indonesia yang berada di Kab. Kutai Timur.

” Ini hanya usaha sampingan”, tutur Adi ketika mampir di kios Abah yg berada di Gang Lasinrang Sangatta.

” Kebetulan saya orang Melak Kutai Barat. Durian durian yg kami jual ini, dikirim oleh keluarga dari Melak untuk saya pasarkan di sini”. Jawab Adi ketika ditanya asal durian yg dijualnya.

” Alhamdulillah, walau kami menjual durian di dalam gang, setiap hari, kami bisa menjual 600 sampai 1000 buah perhari. Itu semua, karena kami betul betul menjaga kualitas durian yang kami jual,”

Adi Supiansyah kemudian menuturkan bahwa Omset penjualan duriannya dalam satu musim bisa mencapai 500 juta sampai 1 Milyar rupiah. Dan musim durian di Melak itu, terjadi dua kali setahun.

Dalam mengelolah kios Abah, Adi Supiansyah mempekerjakan 7 Orang. Terdiri 5 orang pria dan 2 orang wanita.

Adi Supiansyah siap membantu bibit durian untuk ditanam di areal lahan reklamasi tambang KPC, agar Kab. Kutai Timur ke depannya, bisa menjadi sentra durian di Kalimatan Timur, seperti Melak di Kabupaten Kutai Barat.

(FT-MK)

Read Previous

MENYOROT KINERJA WAKIL RAKYAT

Read Next

Catatan Pinggir Asri Tawang – Kaum Hipokrit dan Kronialisme Di Usia 74 Tahun Indonesia Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *