fbpx

MENYOROT KINERJA WAKIL RAKYAT

Oleh : Dr.Muslimin,M.Si

Mediakutim.com – Vox populi vox dei (suara rakyat adalah suara Tuhan) hampir semua anggota dewan atau politikus memahami adigum ini dan sangat faham dimana posisi Tuhan, kapan menggunakannya dan kapan mengabaikannya.

Pemilu presiden dan pemilu legislatif tahun 2019 sudah selesai dan tinggal menunggu pelantikan atau pengambilan sumpah jabatan, tetapi di sebagian anggota legislatif terpilih di berbagai daerah sudah di ambil sumpahnya untuk menjalankan amanah rakyat yang di percayakan kepadanya. Wajah wajah baru atau wajah wajah lama yang masih tetap terpilih terpatri harapan akan adanya perubahan ke arah yang lebih baik dan tetap konsisten merealisasikan janji janji politinya kepada rakyat yang memilihnya.

Kaitan dengan kinerja anggota dewan, banyak publik bertanya tanya bagaimana sebetulnya mengukur kinerja anggota dewan. Dalam mengukur kinerja anggota dewan tentu diperlukan parameter yang jitu agar anggota dewan itu tidak begitu mudah melupakan janji janji politiknya sehingga tidak mencederai konstituenya dan orang orang yang memberinya kepercayaan.

Undang undang MPR, DPR,DPD dan DPRD (MD3) secara jelas memberikan penjelesan tentang kewajiban mereka kepada konstituennya baik secara moral maupun secara politik, meskipun faktanya banyak yang terabaikan. Ini artinya memberi kesan betapa janji janji yang begitu mudah di ucapkan pun begitu mudahnya jug dilupakan, civil society sebagai bagian dari kelompok kontrol sosial mesti membangun peran peran strategis dalam mengkritisi dan mengawal para anggota dewan dalam menjalankan amanah yang di berikan kepadanya.

MENGUKUR INDEKS KINERJA ANGGOTA DEWAN

Adnan pandun praja dalam compas.com mengatakan bahwa dalam menyusun indeks kinerja setidaknya ada 3 hal penting yang jadi prasyarat dalam mewujudkan indeks itu yaitu:

  1. Forum konstituen, yaitu wahana dialog antara komunitas pemilih dan anggota dewan yang mewakilinya agar terbangun hubungan dialogis. Philip thomas dkk merekomendasikan pola dialog yang konstruktif,1) Dealling with complexity, memfokuskan hal hal rumit menjadi sederhana dengan pelibatan semua pihak secara aktif, Bersifat koordinatif dan tidak instruktif, mengedepankan kratifitas dan inovatif, 3). Dialog berkisambungan dan menjawab persoalan persoalan yang ada.
  2. Keterbukaan sekretariat jenderal dewan menjadi syarat mutlak dalam menilai kinerja anggota dewan.
  3. Peranan penilai yang akan mengeluarkan indeks sangat vital sehingga harus memiliki kompotensi dan krediblitas yang memadai.

Salah satu fungsi dewan yang mudah di ukur adalah fungsi legislasi, beda dengan fungsi anggaran dan fungsi pengawasan, cara mengukurnya dengan menghitung capaian produk legislasi setiap tahunnya, semakin rendah capaian legislasi berarti kinerja legislasi juga rendah, begitu juga sebaliknya semakin tinggi capaian legislasi berarti kinerja legislasi juga tinggi.

Menjadi baik itu mudah tetapi menjadi lebih baik itu lebih sulit tetapi ada jalan jika ingin menggapainya.

Read Previous

Setelah Sebelumnya

Read Next

Durian Abah Bisa Terjual Antara 600 Sampai Dengan 1000 buah Dalam Sehari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *