fbpx

Setelah Sebelumnya

Mediakutim.com – Saat harian Pedoman Rakyat masih terbit, saya (redaktur) dan Asdar Muis RMS (almarhum, Direktur Pemberitaan) pernah berdebat tentang penggunaan kata “… setelah sebelumnya..” di tengah kalimat.

“Ini kalimat banci,” kata saya.

“Kenapa kau bilang begitu?” tanya Asdar.

“Apa itu maksudnya SETELAH SEBELUMNYA? Kata SETELAH, menunjukkan peristiwa yang akan terjadi, sedangkan kata SEBELUMNYA, menunjukkan peristiwa yang sudah terjadi, peristiwa lampau. Bagaimana bisa digabung keduanya. Lalu apa maknanya kalau kedua kata itu digabung?” tutur saya.

Asdar Muis tidak langsung mau menerima penjelasan saya, tapi saya tahu dia pasti berpikir, dan saya juga tahu bahwa dia senang, karena pada dasarnya almarhum Asdar Muis memang senang didebat, apalagi kalau hal yang diperdebatkan itu masuk dalam logika berpikirnya.

Sejak “perdebatan” di ruang redaksi Harian Pedoman Rakyat itu, teman-teman wartawan “tidak berani” lagi menggunakan gabungan kata “.. setelah sebelumnya..” dan juga semakin berhati-hati dalam menulis berita.

Mohon maaf, ini hanya curhat pagi seorang wartawan yang mulai bangkotan, ha..ha..ha..

Jum’at,16 Agustus 2019
Asnawin Aminuddin

Read Previous

Di Hari Kemerdekaan Kita Hanya Mampu Menguasai Tarik Tambang

Read Next

MENYOROT KINERJA WAKIL RAKYAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *