fbpx

“BOM ORANG LEBIH BESAR BOS”

Teman saya itu, namanya Rusidin, namun saya sering memanggilnya La Ruse. Begitulah kebiasaan kami di kampung memanggil nama kawan kawan yang sepantaran, sepermainan. Kata La Domeng, memulai ceriteranya.

” Rusidin yang caleg kemarin itukah ?” tanya Meong Palo, menyebutkan nama salah satu Calon Legeslatif yang ikut bertarung di PILEG 2019 bulan April yang baru lalu.

” Iyalah Palo… Rusidin siapa lagi, kalau bukan tetangganya Busu Koer itu. Nah kisah Rusidin inilah yang Saya mau ceriterakan”.

Meong Palo, mengangguk anggukan kepalanya mendengar jawaban La Domeng, sambil menikmati sanggara peppek yang telah dihidangkan oleh Istri La Domeng, beserta sambel terasi. Terasi produksi nelayan bontang.

“Ceriteranya, pasti seru sekalian alam ini Meng, kalau Rusidin yg dikesahkan”.

Jadi…begini kesahnya. Kata La Domeng, memulai ceriteranya.
Tiga hari setelah pencoblosan, La Ruse atau Rusidin, bertemu saya di sebuah kantin di bukit warna warni– Bukit warna warni, istilah Om Wp, terkait Pusat Perkantoran Bukit Pelangi—Saat itu, Rusidin. Marah marah. Dia marah, bahkan bisa dikateorikan murka kepada team suksesnya yang bernama Boy.

” Kurang ajar dan pembualan memang itu si Boy. katanya ahli strategi politik dan menguasai lapangan dan peta politik di DAPIL saya, tau taunya suara saya amblas” Kata La Domeng sambil mukul mukul meja menirukan gaya Rusidin

“Lalu …?” Tanya Meong Palo

Lalu…Waktu itu,saya ngomong kepada Rusidin, jangan jangan, Kau tidak menggunakan serangan siang, sore, malam dan waktu fajar. Namun dijawab oleh Rusidin, semua cara sudah saya gunakan.  Seandainya masyarakat minta ember bocor, ember bocor pun saya beli, agar masyarakat mau memilih saya.

” Kok bisa begitu ya Meng… Bukankah Rusidin sangat mengandalkan Boy, sebagai team sukses yang berpengalaman “.

Pertanyaan Palo itu, hampir persis sama yang saya sampaikan kepada Rusidin. Tapi kata Rusidin waktu itu ke saya, “Apanya mau diandalkan, ternyata selama ini, saya dibuali saja oleh Boy.  Laporan laporannya selama ini, semuanya bohong. Dia bilang TPS TPS sudah dikuasainya, aparat keamanan dan panwas sudah digenggam dalam tangan. Bahkan Dia meyakinkan saya, kalau kita menggunakan serangan fajar. kemanangan itu sudah dalam kantong kita. Karena saya ingin menang, jangankan serangan fajar, serangan HP juga saya lakukan. Karena menurut Boy,HP untuk saksi saksi kita di TPS, agar bisa memoto formulir C1”.

“Lalu…Apa kata Boy kepada Rusidin, saat mereka bertemu” Tanya Meong Palo, setelah meneguk kopi torabika made in karangan Kab.Kutai Timur.

Kata Rusidin, Boy nangis ketika dimintai pertanggungjawaban. Ketika Boy ditanya kenapa bisa kalah. Jawaban Boy ” Kita di Bom oleh Caleg lain, dan Bomya lebih besar”.

“Hahahahahaha” Tawa Meong Palo meledak ” Ternyata lawan Rusidin itu bawa bom atom, sementara Rusidin hanya bom molotov. Itu pun kalau bunyi. Kalau tidak, yaaaa pasti kalalah dia. Itulah sebabnya Meng, kenapa saya tidak mau ikut bertarung di PILEG atau pertarungan politik apapun. Masalahnya antara politisi dan masyarakat kita, sebagian besar suka yang instan instan. Jangan jangan karena suka makan mie instan kali ya ?” Kata Meong Palo,terkekeh kekeh.

“Itu dia Palo…Mudah mudahan saja, pemilihan Bupati serentak di tahun 2020, tidak diwarnai dengan politik bagi bagi uang ke Masyarakat. Selain memang tidak bermanfaat untuk pendidikan politik kepada masyarakat, juga kuatirnya, yang bagi bagi uang itu, ketika terpilih, akan menggerogoti APBD, sehinga pembangunan di daerah terganggu, alias tidak jalan sebagaimana mestinya”.

Betul Meng…Kata Meong Palo. Saya setuju. Dan kalau itu terjadi, Saya kuatir banyak Boy baru yang bermunculan lalu serempak berkata ” BOM KANDIDAT LAIN LEBIH BESAR BOS “.

Kedua sahabat itu, tertawa. Bisa jadi tawa mereka, menertawakan para politisi yang hanya mengandalkan uang dalam pertarungan politik, tetapi melupakan pertarungan gagasan untuk mengimplemtasiakan janji janji kemerdekaan sebagai starting poin mensejahterakan rakyat. Rakyat Indonesia.

(ASTA-MK)

Read Previous

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, akan memberikan lahanya di Kalimantan Timur, yang dipilih menjadi Ibu Kota Negara.

Read Next

Solusi Runtuhnya BUMDes dan UMKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *