fbpx

Solusi Runtuhnya BUMDes dan UMKM

Oleh Supriadi Asia

Mediakutim.com – Anggaran yang dikucurkan untuk BUMDes dan UMKM tidak sedikit, mulai dari pelatihan dan permodalan juga bantuan berupa alat produksi. Namun kiranya belum sesuai harapan, karena masih banyak BUMDes dan UMKM yang stagnant dan bahkan mengalami kebangkrutan. Mengapa ini terjadi ? Bisa jadi karena program top down maupun karena keterbatasan sumberdaya baik BUMDes maupun UMKM.

Keterbatasan sumberdaya tersebut bisa dari sumberdaya manusia, sumberdaya modal, sumberdaya pasar dan lain lain. Oleh sebab itu perlu diberikan solusi yang tepat untuk menanggulangi BUMDes dan UMKM yang telah menelan biaya banyak untuk pengembangan / pemberdayaan. Keterbatasan keterbatasan itu yang perlu dijawab dengan solusi sebagai berikut:

1.Sinergitas

Saling sinergi dengan menyatukan potensi dan saling menutup kekurangan dengan potensi yang dimiliki secara berbeda. Dan sinergitas tersebut bisa menggunakan Sharing Economyc yang dikelola oleh pemerintah desa, daerah maupun pusat. Sharing ecoomy bisa dalam wujud infrastruktur manajemen ( bukan fisik ) yang bisa menjembatani antara BUMDes satu dengan BUMDes lain, UMKM satu dengan UMKM lainnya. Dan di era runtuhnya usaha dan ekonomi, bisa diselesaikan dengan sinergi atau sharing economy.

2. Offtaker System.

Kendala yang kedua dan dialami oleh banyak BUMDes dan UMKM adalah potensi pasar atau pembeli potensial. Dengan adanya offtaker ( pihak yang bersedia membeli ) maka masalah pasar bisa diselesaikan. Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah, bisa membuat forum offtaker yang terdiri dari perusahaan perusahaan yang ada di daerah untuk membeli produk produk dari daerah tersebut. Sebagai contoh, jika ada pabrik di suatu daerah diharapkan bersedia membeli produk produk umkm atau bumdes di daerah tersebut. Offtaker bisa perusahaan retail seperti kantin, minimarket, dan industri seperti bahan baku pabrik ( business to business ) dan juga bisa pemerintah daerah lain ( goverment to goverment ). Dengan membuat kebijakan publik inftrastruktur manajemen dalam bentuk forum offtaker, produk bumdes dan umkm bisa terserap di daerah tersebut, dan tentunya akan meningkatkan PDRB serta ekonomi daerah tersebut.

Dua hal tersebut bisa digunakan untuk menjawab permasalahan BUMDes dan UMKM yang selama ini stagnant, hanya menambah kuantitas, bukan valuasi usaha. Sharing Economy Concept dan Offtaker Concept bisa digunakan sebagai awal untuk membangun ekonomi desa, ekonomi daerah dan ekonomi nasional secara mandiri dan berdaulat.

Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat bagi kita semua terutama Badan Usaha Milik Desa dan UMKM di Indonesia.

Read Previous

“BOM ORANG LEBIH BESAR BOS”

Read Next

Hayalan La Domeng ” Berbuah Tangis “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *