fbpx

Celoteh La Domeng – Menakar Kesiapan Pangan KALTIM & RPJMD Kita…!

Apa lagi yang Kau pikirkan Meong Palo.Tanya La Domeng yang nampak dari tadi kelihatan gusar,di teras rumah La Domeng. Kadang kadang tangannya nampak sedang menghitung di atas Kalkulator,kadang juga nampak geram,entah apa yg digerami.

” Ulun itu,lagi menghitung jumlah penduduk yang akan pindah ke Kaltim,seiring perpindahan kantor kantor pemerintahan dari pusat ke Ibu Kota baru.” Jawab Meong Palo sambil mengeryitkan alisnya.

” Kau itu,tidak usah terlalu memikirkan yang jauh jauh Palo ? Yang penting itu,Kita harus bersyukur atas keputusan Pak Jokowi memindahkan Ibu Kota ke bumi etam ini,”

” Pian ini,kayak apa sih Meng ?.Ulun Sebagai orang Kaltim,pastilah bersyukur atas keputusan Bapak Presiden Kita itu. Bahkan ulun bangga.Tapi banggakan belum cukup dalam menghadapi perpindahan Ibu Kota itu.Kita juga harus siap berperan aktif didalamnya,agar kita tidak jadi penonton saja.”

“Kebanyakan berpikir Kau Meong Palo.Masalah itu biarkanlah pemerintah yang memikirkannya”.

“Nah nah…! Inilah yg membuat Pian itu,tidak maju maju.Karena tidak memikirkan dan melihat peluang yang diciptakan oleh perpindahan Ibu kota itu,” jawab Meong Palo.

Setelah meminum kopinya yang mulai dingin,Meong Palo melanjutkan kata katanya “Yang ulun kuatirkan,Pian ini nanti justru menjadi provokator,menyalahkan pemerintah,kalau justru orang luar yang menikmati hasil perpindahan Ibu Kota itu.”

“Alasannya apa,saya mau jadi provokator?” Sergah La Domeng.Wajahnya nampak merah,karena merasa dituduh akan menjadi Provokator

” Hahahahahaha….! Pian jangan emosi dulu. Maksud ulun itu,kalau orang luar justru menikami perpindahan Ibu Kota itu,Pian akan teriak teriak lagi,kalau Kita orang lokal tidak diberdayakan. Lha bagaimana mau diberdayakan,kalau memikirkan peluang saja,Pian serahkan ke Pemerintah. Itu namanya malas berpikir,tapi mau hasil. Istilahnya Pak Awang Faroek Ishak,pian itu pengoler alias makuttu kata orang bugis”.

” Lalu apa yang akan kita pikirkan Palo ?”

” Coba pian hitung Meng. Berapa banyak orang aparatur negara yang akan pindah ke Kaltim ?”

” Mana Saya tahu Palo ?”

” Nah kan ? Ulun belum selesai bicara,Pian langsung memotongnya. Coba dengarkan dulu. Meng …? Aparatur Negara yang akan pindah ke Kaltim itu,berkisar 800 sampai 1 juta orang.Belum lagi keluarganya. Pertanyaannya kemudian ,apakah daerah daerah di Kaltim,sudah siap sebagai daerah penyangga pangannya.Misalnya beras,daging,ikan dan sayurannya. Untuk kebutuhan pangan kita saja,sehari hari.Masih didatangkan dari Sulawesi.”

” Betul juga yang Kau pikirkan Meong Palo.Saya baru sadar.”

“Makanya kalau ulun bicara jangan di potong dulu?”

La Domeng,mengangguk anggukan kepalanya,kemudian bertanya “Lalu Palo,apa yang kita lakukan dalam menghadapi perpindahan penduduk itu,terutama penyediaan pangan”.

” Kita harus mendorong pemerintah daerah agar benar benar serius menyiapkan lahan untuk food estate Di Kalimantan Timur.Dulu kan pernah heboh tu,masalah food estate. Khusus di Kutim, dulu itu ada lahan,kalau tidak salah. Tahun 2012 ada wacana di empat kecamatan disiapkan lahan sekitar 62 ribu Ha,untuk tanaman padi dan palawija,dan sudah di SK kan oleh Bupati Kutim waktu itu. Bisa jadi karena investornya tidak serius,atau masalah apa.Maka lahan itu,tinggal wacana saja. Nah dokumentasi terkait lahan ini,harus kembali dilacak.Jangan sampai sudah beralih fungsi lagi jadi lahan sawit.Kalau masalahnya dialih fungsi lahan dari Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK),Nah inilah momentum yg tepat untuk mengajukannya menjadi Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK).Ulun pikir,pasti banyak investor mau menanamkan modalnya di skala pertanian yg luas ini”.

“Luar biasa juga kamu Palo,bisa memikirkan sampai ke sana”.

“Nah itu bisa terwujud dengan cepat, jika Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Di KALTIM mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),karena Kaltim sudah menjadi Ibu Kota. Sebab kalau tidak,Kabupaten/Kota yang ada di Kaltim,tetap akan menjadi penonton.Selain pangan tadi,yang membuat ulun gusar itu,kalau RPJMD kita,tidak mengacu atau tidak menyesuaikannya dengan RPJMN. Itulah yg membuat Ulun Gusar Meng ? “.

” Ohhhhh ” Ujar La Domeng.Matanya clingak clinguk seakan mencari pembenaran dari apa yang dipikirkan Meong Palo.

(at=mk)

Read Previous

Personal Branding

Read Next

Berhasil Menjadi Anggota DPR RI,H.Irwan S.IP,.MP,Menyampaikan Ucapan Terimah Kasih Kepada Masyarakat Kalimantan Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *