fbpx

Wawancara Imajiner Om Wp dengan La Domeng Dkk

Wawancara ini,berangkat dari status yang di tulis Om Wp di laman Facebooknya di tahun 2018. Bunyinya begini ”

” STRATEGI PEMENANGAN ITU,IBARAT DAFTAR BELANJA KEBUTUHAN POKOK.BUKAN DAFTAR KEINGINAN PARA PIHAK.WASPADAILAH KEINGINAN…!!!!”.

Meng…? Bagaimana pendapat Anda, terkait ceritera yang bukan menjadi rahasia umum lagi, bahwa di PILEG tahun 2019,kemarin. ada warga yang meminta macam macam ke pada Caleg tertentu. Tanya Om Wp saat menikmati kopi di sebuah warung kopi di pasar Induk Sangata.

” Bagi saya, itu biasa biasa saja. Lagi pula, kapan lagi masyarakat bisa menikmati kocek para CALEG, kalau bukan saat ini. Toh mereka kalau sudah duduk sebagai wakil rakyat, sudah lupa semua janji janji kampanyenya.” Jawab La Domeng santai sambil menghirup kopinya.

Jangan begitu juga jawabannya Meng ! timpal Meong Palo, “Tidak semua juga wakil rakyat begitu. Masih banyak, yang peduli konstituennya, dari pada yang tidak,” Lanjut Meomg Palo.

Tenang…! Tenang…! Kata Om Wp, mulai menenangkan ke dua sahabat yang sering memperdebatkan sebuah issue yang mereka diskusikan.

Lalu…Lanjut Om Wp, bagaimana pendapat Meong Palo terkait informasi yang saya dengar, kalau ada CALEG yang memberi tanah timbunan di sebuah Gang, namun setelah perhitungan suara di gang itu, tidak satu pun suara yang didapatnya di Gang itu. Bahkan selidik punya selidik, ternyata,di Gang itu, masyarakatnya justru memilih CALEG lain, karena diberi kompor gas, kipas angin plus amplop untuk membeli gas,agar kompor yang diberikan siap dipakai.

“Kalau saya sih, tidak menyalahkan masyarakat di Gang itu. Justru saya melihatnya, yang salah adalah team sukses dari Caleg itu. Kanapa saya katakan team suksesnya yg salah,  karena menurut informasi yg saya dengar,team suksesnyalah yang mulai memancing warga di Gang itu, agar meminta timbunan kepada Caleg yang bersangkutan. Nah …Inikan keinginan team sukses. Bukan keinginan masyarakat yang ada di situ. Apalagi keinginan Calegnya sendiri,” Jawab Meong Palo.

” Om…! Saya setuju, apa yang dikatakan oleh Meong Palo itu, “celetuk La Domeng. ” Kadang team sukses Caleg itulah yang banyak keinginan. Karena Calegnya mau menang, dengan apa boleh buat, harus merogoh koceknya lebih dalam untuk memenuhi keinginan keinginan tim suksenya. Padahal keinginan itu bukan sebuah kebutuhan dalam strategi pemenangan. Bukan hanya soal timbunan, ada juga Caleg sampai mencetak ribuan baju kaos. Tapi yang milih tidak sampai ribuan. Bahkan kalah.”

“Dalam pertarungan politik, Algaka (Alat peraga Kampanye) itu, merupakan kebutuhan penting untuk memenangkan para kandidat yang akan bertarung di arena pertarungan politik praktis. Namun harus dipilah. Mana yg bisa menaikkan elektabilitas, dan mana yang tidak. Baju kaos, kecenderungannya hanya menaikkan popularistas para kandidat. Apa gunanya populiritas calon, kalau tidak berbanding lurus dengan elektabilitasnya. Nah peran team sukses itu sebenarnya, bagaimana menjual gagasan para kandidat yg akan bertarung. Bukan ngurusi tanah timbunan atau baju kaos.  Team sukses itu, apalagi team inti dari teamsukses, harus terjun langsung ke masyarakat, berjuang dari pintu ke pintu. Tidak justru menjadi rombongan sirkus, dimana ada kandidat yang akan diusung, di situ juga dia berada, lalu selfi selfi, kemudian di upload di medsos,” Kata Meong Palo memaparkan pendapatnya penuh semangat.

Olehnya itu, Kata Meong Palo, mengintakan. “Seorang kandidat, harus memiliki konsultan politik. Agar gerakan pemenangan yang akan dilakukan, terorganisir dengan baik. Tidak tiba masa tiba akal. Dan kandidat harus mengikuti saran saran yang diberikan oleh konsultannya. Kandidat juga, harus taat asas atau konsisten terhadap keputusan keputasan yang telah disepakati bersama. Agar gerakan strategi yang sudah di susun dengan baik, tidak hancur di tengah jalan, karena dipotong oleh para pembisik, yang justru menimbulkan ketidak-kompakan team.”

Kalau menurut La Domeng,bagaimana pendapatnya terkait apa yg dikatakan oleh Meong Palo itu.Tanya Om Wp

” Kalau menurut saya, apa yg dikatakan oleh Meong Palo itu,ada benarnya.Tapi juga ada salahnya. Benarnya adalah,memang seharusnya kandidat itu,memiliki konsultan pemenangan.Jadi bukan saja konsultan politik yg tugasnya sebagai surveyor kecenderungan pemilih untuk memilih siapa.Tetapi konsultan politik agar kandidat itu,bisa memenangkan pertarungan politik. Salahnya,adalah biarkan saja dalam team itu,melakukan kreatifitasnya sendiri dalam melakukan gerakan.Toh mereka juga,kan ujung ujungnya ingin memenangkan kandidat yg diperjuangkannya. Kalau yg motong motong,atau bisik bisik,dia toh akan lelah juga nantinya,”

” Lelah sih lelah La Domeng, yang kasihan itu, kandidat. Merogoh kocek dalam dalam, tapi tidak mendapatkan suara yang signifikan dan akhirnya kalah. Karena saya melihat berdasarkan apa yang sudah pernah terjadi. Ada banyak team sukses, atau yang mengatasnamakan dirinya Relawan bekerja tidak berdasarkan kebutuhan sebuah kemenangan, hanya berdasarkan keinginan tanpa melalui pertimbangan yang matang,” Jawab Meong Palo,bukan begitu Om Wp ?

Om Wp, hanya mengangguk. Secara perlahan,La Domeng dan Meong Palo menghilang dari  Imajinasi Om Wp. Dan akhirnya wawancara ini pun berakhir.

Read Previous

Mediakutim.Com, Hadir Bukan Kepentingan PILKADA

Read Next

Kesabaran Seorang Istri , Keajaiban Doa Dan Kesabaran (bagian 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *