fbpx

Celoteh La Domeng – La Domeng PRIPENISTO ?

Kata Busu Koer ” Kebaikan itu bermanfaat,dan kejahatan itu berbahaya. Sekilas saja berpikir buruk, kita telah menanam bibit kejahatan. Sekilas saja berpikir baik,kita menuai hasil yang baik.”

Lalu kata Meong Palo,” Busu Koer itu,kadang ngomongnya bijak,namun kadang ceplas ceplos,bicaranya di depan orang tanpa memikirkan perasaan orang lain.”

“Kalau saya,suka gaya Busu Koer itu.Suka berterus-terang dan terbuka di depan orang.Kan beda dengan paman Sengkuni.Di depan orang baik,tetapi di belakang dia menikam orang. Makanya,kalau dengan Busu Koer itu,jangan suka Baperan.Harus berpikir positif.Sebab apa yang dikatakan oleh Busu Koer itu,demi kebaikan kita semua,” Kata La Domeng menjelaskan sosok Busu Koer

” Betul itu yang Kau katakan Meng…!” Seru Meong Palo,sembari asik main game di Hpnya, ” Namun,tidak semua orang kan bisa menerima sebuah keterus-terangan,” kata Meong Palo menambahkan.

” Disitulah kebanyakan dari kita,selalu mendahulukan pikiran negatif atas apa yg sering dikatakan oleh Busu Koer.Berpikirlah secara positiflah.Pakai logika sedikit.Jangan selalu main perasaan. Cobalah maknai kata kata Busu Koer di atas itu,bahwa sekilas saja kita berpikir buruk,maka kita telah menanam bibit kejahatan di otak kita. Sekilas saja kita berpikir baik atau positif,maka kita telah menanam kebaikan di pikiran kita,” tegas La Domeng.

” Lah …4 hari yang lalu,kenapa Kau Baper ketika Busu Koer mengingatkanmu jangan sampai Kau jadi Pripenistro alias Pria Penggangu Istri Orang itu ?” Kata Meong Palo,mengingatkan La Domeng yang merasa sedih saat Busu Koer mengingatkan La Domeng jangan sampai menjadi PRiPINISTRO.

” Tersinggunglah saya Palo,masa Busu Koer ngomong di depan Istri saya,kalau saya ini Pripinisto.Hubungan saya dengan si Militihi itu kan hanya sebatas pertemanan.Tidak ada hubungan spesialis.Apalagi Saya dan suami Si Militihi itu,akrab dan sangat baik,” Kata La Domeng,membela diri.

” Meng …Meng…! Itu menurut Kau.Tapi orang lain yang melihat Kau sangat akrab dan agak mesra dengan si Militihi itu,tentu berpandangan lain.Apalagi si Militihi itu,sudah sering diisukan orang yang tidak tidak.”

” Nda’ Urus,” teriak Meong Palo

” Kalau urusan ini,jangan Kau katakan Nda’ Urus. Ini bahaya Meng.Bagaimana kalau Kau digosipkan orang punya hubungan teman tapi mesra dengan Si Militihi itu….Bisa terjadi perang dunia ke tiga di rumah tanggamu. Kalau hanya piring dan gelas yang melayang di dalam rumahmu,itu tak masalah. bagaimana kalau Istrimu kalap dan minta cerai….Hayooo !!!” Bisik Meong Palo dengan wajah yang serius.

” Tidak mungkin sejauh itu ” Tegas Meong Palo.

” Saya sebagai sahabat hanya mengingatkanmu Meng. Ingat lho ya ? Rumah yang Kau tempati ini dan kendaraan yang ada itu,semua milik istrimu atas pemberiaan orang tuanya.Lha kalau Kau diceraikan atau Istrimu minta cerai,Kau mau tinggal dimana ? Jangan sampai Meng, Saya tidak mau melihat sahabat saya,menjadi gelandangan,” Kata Meong Palo,menakut nakuti La Domeng.

” Iya juga ya ?” jawab Meong Palo.Suaranya nampak parau,tenggorokannya seakan tercekat,ketakutan.

” Nah berarti Kau itu,memang ada hubungan mesra dengan Si Militihi itu,” Kata Meong Palo,sambil tertawa.

” Mana ada,” bantah La Domeng

” Kalau tidak ada,lalu kenapa Kau ketakutan.”

” Sudah ah…Yang pasti,saya bukan pria pengganggu Istri oarang alias PRIPINISTO yang diistilahkan oleh Busu Koer itiu,kepada saya,” jawab La Domeng,yang kemudian meninggalkan Meong Palo,tanpa pamit.

(Om WP-MK)

Read Previous

Breaking News – Di Depan Istana Kambing Sangata,Kobaran Api Mengejutkan Warga.

Read Next

Lima Belas Tahun, Dalang Pembunuhan Munir, Belum Terungkap. Siapa Pembunuhnya ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *