fbpx

Lima Belas Tahun, Dalang Pembunuhan Munir, Belum Terungkap. Siapa Pembunuhnya ?

Oleh Asri Tawang*

Mediakutim.com – Dalang pembunuhan aktivis HAM Munir,lagi lagi diteriakkan koalisi keadilan untuk Munir. Mereka menagih janji Presiden Joko Widodo,agar menuntaskan kasus pembunahan Munir Said Thalib. Pejuang Hak Asasi Manusia itu.

7 September 2004,Munir tewas di racun saat terbang dari Singapura ke Belanda.Akibat racun arsenik itu,Baru dua orang yang dihukum atas kematian itu, Pollycarpus B.Priyanto dan direktur utama Garuda Indra Setiawan.

“Saya tegaskan jangan menjilat ludah sendiri. Kalau sudah berjanji harus ditepati. Kalau Pak Jokowi berjanji mau menyelesaikan kasus Munir, ya harus ditepati,” kata istri mendiang Munir, Suciwati, di Kantor Kontras, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019) seperti dikutip dari Tempo.co.

Pada Kamis 22 September 2016, di Istana Negara, Jokowi menyampaikan komitmennya menyelesaikan kasus Munir. “Ini (kasus pembunuhan Munir) juga memerlukan sebuah tindakan dan penegakan hukum yang tegas,” kata Jokowi, seperti dikutip dari Antaranews.com.

Terkait hukuman yang dijatuhkan kepda Direktur Utama Garuda Indra Setiawan dihukum 1 tahun penjara karena memberikan kesempatan kepada Pollycarpus untuk membunuh Munir.

Sementara itu, Pollycarpus B. Priyanto , dihukum 14 tahun penjara,setelah kasus hukunya ditinjau kembali . Tapi pada 29 November 2014 ia bebas karena sudah menjalani dua pertiga masa hukumannya.

Terdakwa lainnya, kasus pembunuhan Munir, Deputi V BIN dan mantan Danjen Kopassus Muchdi Purwopranjono sempat diadili tapi divonis bebas.

Kata Choirul Anam, komisioner Komnas HAM , sidang terhadap Muchdi itu pernah dieksaminasi (dinilai) Komnas HAM. Hasilnya, pengadilan itu adalah pengadilan pengadilan tak kredibel. “Rekomendasinya mengulang peradilannya,” kata Anam kepada Rosiana Silalahi dalam siaran Youtube KompasTV, Jumat (6/9/2019).

Salah satu bukti di pengadilan adalah rekaman telepon antara nomor yang dimiliki Muchdi dengan kantor BIN dan Pollycarpus. Tapi salah satu dalih kebebasan Muchdi adalah teleponnya dipakai oleh ajudan dan sopirnya. “Masak telpon Muchdi seorang Jendral dipakai oleh ajudannya, sopirnya untuk nelpon seseorang,” kata Anam.

Usman Hamid,Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia,menegaskan, sebenarnya penyelesaian kasus Munir ini bukan hal yang sulit. Ia meminta Presiden Jokowi untuk mulai membuka laporan Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Munir. Pihak yang terlibat, termasuk badan keamanan negara dijelaskan dalam laporan TPF.

Di Gatra.com ( 6/9/2019) Usman Hamid Mengatakan, “Di situ juga saran pemerintah untuk presiden itu diungkapkan. Baik langkah hukum untuk memulai langkah investigasi baru atau melanjutkan kerja tim independen terhadap penuntasan kasus Munir” .

Direktur LBH Surabaya Abdul Wachid Habibullah menjelaskan, di suara.com (7/9/2019) “penuntasan kasus pembunuhan Munir menjadi pekerjaan rumah besar bagi negara. Sebab, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan memasuki dua periode kepemimpinannya belum juga menuntaskan kasus tersebut.

Kantor Staf Presiden (KSP) mengatakan pemerintah tak pernah mengabaikan kasus pembunuhan Munir. Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP Ifdhal Kasim menyebut Presiden Jokowi sudah meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian meneliti kembali dokumen-dokumen yang terkait kasus Munir.

Namun, hingga kini Tito belum menyampaikan laporan terbaru ke Jokowi. “Belum ada, karena itu kan sifatnya masih meminta ini, tidak ada instruksi khusus. Tapi memesankan lah pada Kapolri untuk menjawab masalah ini, supaya tidak didiamkan,” kata Ifdhal di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (6/9/2019), seperti dinukil dari CNN Indonesia.

*sumber tulisan dari berbagai informasi dari media daring

Read Previous

Celoteh La Domeng – La Domeng PRIPENISTO ?

Read Next

Celoteh La Domeng”SOLDIER FORTUNE & BURUNG KUTILANG”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *