fbpx

Celoteh La Domeng, Penagih Utang Datang, La Domeng Letoy…?

Beberapa hari terakhir ini,Kau kok kelihatan Cupu alias,lemah bin Letoy Meng…? sapa Busu Koer ketika melihat La Domeng berjalan di depan rumahnya.

Disapa seperti itu,La Domeng berhenti sejenak.Sejurus kemudian,Dia memasuki halaman rumah Busu Koer. Ternyata, di rumah itu,sudah ada Meong Palo yang asik membaca berita melalui Hpnya.

Ahaaa…Seru Meong Palo,Kau itu Meng,sangat mirip KPK.Hanya bedanya,KPK ingin diletoykan melalui revisi undang undang KPK yang baru.Kalau Kau,Letoy karena anggaran di daerah kita ini sudah 4 tahun dilanda devisit.

“Iya Busu…Iya Palo.Pusing Aku ini.Ambo Singek,setiap hari ke rumah menagih hutang. Itu lho,gara gara proyek yang Aku kerjakan dua tahun itu ,belum cair cair uangnya sampai sekarang. Alasan PEMDA, devisit.” Kata La Domeng sambil menghela napasnya.

Heeee….Meong Palo,kata Busu Koer. Maksudmu KPK mau dilemahkan melalui Revisi Undang Undang KPK itu apa ?

Masa sih,Busu Koer tidak baca berita,kalau ada upaya melemahkan KPK melalui revisi undang undang KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia. Coba lihat foto ini,kata Meong Palo sambil memperlihatkan foto Pegawai KPK menggelar aksi unjuk rasa di kantor KPK,pada hari Jum’at (6/9/2019).

Lha ini…Apa pula maksudnya dengan menutup logo KPK dengan kain hitam ? Siapa yang meninggal sehingga suasananya seperti berkabung begitu ? Tanya Busu Koer sambil menunjuk foto kain hitam di Logo KPK itu.

Ohhhh itu…Maksudnya itu,seperti yang dikatakan oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang,bahwa aksi penutupan logo KPK dengan kain itu,adalah aksi simbolik sebagai adanya jalan panjang dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Jawab Meong Palo. Seperti aksi La Domeng juga,pura pura Letoy kalau penagih bahan bangunan ke rumahnya.

Mendengar namanya disebut oleh Meong Palo…La Domeng kemudian berkata “Ackh…Kau Palo. Lagi lagi ngoloki kawan.Ikut prihatin kek atas utang kawanmu ini yang belum terbayar dua tahun ini. Untung Ambo Singek mau mengerti,karena PEMDA belum bayar utang proyek yang sudah saya kerjakan itu. Tapi itu tadi, karena telat bayar utang,Ambo Singek akan menambahkan bunga atas harga bahan bangunan yang saya ambil.”

Kasihan juga nasib Kau Meng.Timpal Busu Koer. Dulu Kau nampak sejahtera,bisa beli ini dan itu.Tapi Busu lihat,apa yang kau beli itu,satu persatu Kau juali.

“Ya ….Mau bagaimana lagi Busu.Kalau dulu kan,begitu tiba pencairan proyek,dananya selalu tersedia.Kalau sekarang,susah. Alasan mereka,selalu tidak ada uang.Belum ditransfer dari pusat.Begitu dengar ada dana transfer masuk dari pusat,langsung habis. Sementara itu, anak anak butuh uang sekolah,dapur di rumah,harus ngebul.Untung ada warung Mbok Saleha,yang mau minjami bahan makanan .Tapi Mbok Saleha juga,kan terbatas modalnya.Mau tidak mau,kalau tiba saatnya bayar utang untuk makan di rumah,terpaksalah menjual barang yang ada,”Jawab Meong Palo sambil menundukkan kepalanya.

Makanya Meng….! Seru Meong Palo.Ini pelajaran berharga buat Kau.Nanti kalau kerja proyek dan pembayarannya lancar lagi,uangnya jangan langsung dipakai pulang kampung….Coba lihat si kumis itu,hasil untung dari kegiatan proyek di PEMDA,dikelolah istrinya untuk jualan di pasar. Nah lumayan kan kehidupannya. Walau devisit anggaran di PEMDA,si Kumis,tetapi santai saja.Tidak Letoy seperti kau.

” Iya juga sih,” Kata La Domeng Lemas

” Meng …Meng…! Lihat itu, ada Ambo Singek,ke arah sini.”Kata Meong Palo

Mendengar nama Ambo Singek disebut Meong Palo.La Domeng,lari masuk ke ruang tengah rumah Busu Koer. Sementara Meong Palo,tertawa terbahak bahak menyaksikan gerakan La Domeng.

Busu Koer,hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Meong Palo yang menakut-nakuti La Domeng.

(OmWp-MK)

Read Previous

Aspek Pidana Kepala Desa Dalam Pemilu

Read Next

H.Irwan mengucapkan Selamat ulang tahun kepada SBY, dan dirgahayu ke 18 untuk Partai Demokrat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *