fbpx

Antara Pemimpin Yang Berintegritas & Pemilih Yang Berintegritas

Mediakutim.com – Yang terpenting bagi kita hari ini, dan untuk hari hari yang akan datang menjelang Pilkada 2020,adalah lahirnya kesadaran rakyat bahwa hasil pilihan rakyat itu,juga bagian dari mempertaruhkan masa depan daerah,lima tahun ke depan.

Salah memilih,karena yang terpilih,kurang memiliki integritas,serta minimnya kemampuan dalam mengelolah daerah,tentu akan mengaburkan penggalan waktu lima tahunan di sebuah daerah.

Memilih itu,bukan soal kedekatan emosional saja. Bukan soal tanda pagar atau tagline saja.Bukan juga semata mata soal janji janji politik,yang sebelum Pilkda dan setelah Pilkada dan menjelang Pilkada berikutnya,selalu menarik untuk dibicarakan. Kenapa janji janji para politisi,selalu menarik dibicarakan oleh publik ? Karena pada dasarnya,sejak dari zaman datuk datuk kita di era kerajaan,sampai era reformasi,rakyat atau kita, senang dijanji.Walau kadang timbul di alam bawa sadar kita,bahwa janji elite politik itu,hasilnya hanyalah angin semata.

Memilih itu,adalah kemampuan kita menelisik rekam jejak para kandidat,tidak saja sampai ke rekam jejaknya,tetapi menelisik kemampuan sang kandidat mewujudkan visi misinya saat berkuasa. Oleh karenanya kitalah daulat atas keterpilihan seorang calon kepala daerah. Artinya apa ? Rusak dan baiknya sebuah daerah,bukan semata mata karena kesalahan kepala daerah semata. Tetapi kita sebagai pemilih,memiliki andil besar terhadap kesalahan itu,karena memilih pemimpin yang kurang tepat.

Demokrasi,adalah kesepekatan yang telah diambil oleh bangsa ini,untuk menyeleksi para kandidat yang akan menjadi pemimpin di berbagai tingkatan pemerintahan di negeri ini.Demokras membuka peluang,kepada siapa pun yang berminat untuk maju bersaing sebagai pemimpin daerah. Tentu dengan berbagai persyaratan yang telah diundangkan.Dan selanjutnya,demokrasi kita,membuka kesempatan kepada rakyat untuk memilih langsung kandidat di bilik bilik suara.

Tentu,dalam perspektif demokrasi yang kita anut,para kandidat,diharapkan tidak hanya berpikir menang kalah. Tetapi jauh dari itu,apakah kandidat yang terpilih itu,mampu mengantarkan rakyat di daerahnya ke gerbang kesejahteraan? Lagi lagi,kembali ke integritas para pemilik suara. Dan memang ini bagaikan spiral yang melingkar lingkar di tengah pergumulan suasana kebathinan demokrasi bangsa ini. Bergumul antara pemimpin yang beritegritas dan pemilih yang beritegritas pula.

Ada kandidat yang memiliki integritas yang baik,kualitas yang baik,popularitas yang baik dan eletabilitas siap tanding,namun terkendala oleh isitas, akhirnya kalah, di tangan para pemilih yang tidak memiliki integritas. Ini juga bagian dari kendala demokrasi yang terus menerus berproses sampai ke titik demokrasi partisipatif. Di mana rakyat yang nantinya, diharapkan akan membiayai pernak pernik Pilkada atau apapun namanya untuk kandidat yang memiliki kualitas dan integritas yang baik, untuk membangun sebuah daerah dan bangsa ini.

Pertanyaannya kemudian adalah,apakah kita mampu memilih pemimpin yang berkualitas dan beritegritas untuk membangun sebuah daerah ? Jawabanya,tentu kembali kepada pemilik suara.Yaitu rakyat di daerah itu sendiri.

Catatan : Kata Samuel Johnson ” Integritas tanpa pengetahuan pasti lemah dan tak berguna.pengetahuan tanpa interitas pasti berbahaya dan mengerikan”.

Asri Tawang *Pimpred Mediakutim.Com

Read Previous

APA MAKSUD TAGLINE PERUBAHAN ITU OM WP ?

Read Next

Merampingkan Honorer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *