fbpx

Merampingkan Honorer

Asnawin Aminuddin

Mediakutim.com – Ramping atau langsing adalah keadaan tubuh yang tidak gemuk. Banyak orang gemuk yang ingin atau berupaya merampingkan tubuhnya dengan berbagai macam cara, antara lain diet dan rajin berolahraga.

Jadi yang dirampingkan adalah tubuh, terutama di bagian pinggang, bukan mengurangi anggota tubuh.

Jika kata ramping ini dibawa ke dalam organisasi atau pemerintahan, maka yang dirampingkan adalah strukturnya, bukan jumlah orangnya.

Kalau orangnya terlalu banyak, misalnya jumlah tenaga honorer pada beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) melebihi kebutuhan, maka yang perlu dilakukan adalah mengurangi jumlahnya, bukan merampingkan honorer.

Jadi kalau ada bupati yang mengatakan ingin merampingkan honorer OPD, sepertinya perlu disampaikan kepada beliau bahwa mungkin yang dimaksudkan adalah ingin mengurangi jumlahnya.

Pertanyaannya, bagaimana kalau bupati bersangkutan memang mengucapkan kalimat, “…. ingin merampingkan honorer”? Apakah boleh wartawan mengganti diksi “merampingkan” menjadi “mengurangi”?

Bolehkah wartawan mengubah diksi yang digunakan dalam kalimat langsung yang diucapkan pejabat atau seseorang saat memberikan kata sambutan misalnya?

Dalam hal ini, kalau wartawan yang menulis berita ingin meluruskan atau membenarkan diksi yang salah tersebut, dari kata “merampingkan” menjadi “mengurangi”, maka sebaiknya jangan menggunakan kalimat langsung.

Barangkali begitu untuk amannya, ha..ha..ha..

Mohon maaf Pak Bupati. Mohon maaf kepada reporter yang menulis berita tersebut. Ini hanya curhat pagi seorang pembaca berita…

Selasa, 17 September 2019
Asnawin Aminuddin

Read Previous

Antara Pemimpin Yang Berintegritas & Pemilih Yang Berintegritas

Read Next

Dorong Dua Profesor Nyemplung Danau Unhas (Bagian I)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *