fbpx

Kutitip Hatiku Di Kappuna

1979
Kawan kawan di sekolah memanggil namaku Anto ,padahal nama sesungguhku bukan itu. Kata mereka, itu nama sayang yang disematkan kepadaku. Ku akui memang, kalau di sekolahku banyak yang menyayangiku.Mulai dari pak Yohanis tukang jaga sekolah sampai kepala sekolah.Mulai dari guru yang sangat ditakuti semisal Ibu Saddiah,sampai guru yang paling sabarpun menyayangiku. Apalagi siswa wanita,Aku adalah salah satu cowok yang selalu menjadi perhatian dan buah bibir mereka.

Suatu hari,tanpa di sengaja.Di Kios Pak Battu,Aku mendengar sekumpulan cewek kelas jurusan Taman Kanak Kanak,membicarakan tentang diriku.kata Lina,Aku memang cowok supel,tetapi dingin terhadap wanita. Aku senyum senyum saja mendengarnya. Sementara Wahyu dan Untung sahabatku tertawa cekikikan membuyarkan obrolan cewek cewek cantik yang lagi ngerumpi di kios itu.

” Makanya Anto…!cepat cari pasangan.Apa Kau tidak malu,dikatakan cowok dingin,” Kata Wahyu,sembari mendekati meja makan para cewek cewek cantik itu.

Wahyu kemudian menggeser satu kursi kosong,lalu mendekati Inem pacarnya.Untung pun demikian,menarik satu kursi dan duduk pula di samping pacarnya. Aku tetap tak bergeming dari meja yang semula kami tempati bertiga.

“Tinggal pilih salah satunya,”celetuk Wahyu.

“Asal jangan pacar kami ya ?” Kata Untung sambil tertawa.

Cewek cewek yang digoda oleh Wahyu dan Untung ,lewat ujung mataku dari meja lain,dapat melihat wajah mereka, bersemu merah.Aku, hanya senyum senyum saja. Tak ada getaran rasa yang Aku rasakan,sebagaimana getaran rasa dalam jiwa,bagi remaja yang memasuki masa pubertas pertamanya saat duduk di bangku SLTA.

” Dasar banci…!” Ledek Inem.

” Banci ? Jangan salah lho Nem ? Putuku lebih perkasa dari Wahyu Lho ?” Kataku menjawab ledekan Inem,yang disambut tawa,oleh kawan kawan lainnya.

Sebagai murid di sekolah pendidikan guru,rasa sayang dan kasih dari guru dan kawan kawanku,membuat diriku fokus pada pelajaran. Dan akibat vokus itulah,nilai mata pelajaran di setiap semester cukup memuaskan. Karena nilai nilai itulah, Aku adalah salah satu siswa yang mendapatkan bea siswa dari Mentri Pendidikan dan kebudayaan,karena dianggap siswa berprestasi di sekolah.

Hari itu,rabu.Aku terlambat bangun,akibat mengerjakan tugas PR. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Celaka pikirku.Di sekolah jam segini,siswa sudah mulai senam pagi.Saat itu,hatiku bertentangan,antara pergi sekolah,atau menulis surat pura pura sakit. Tanteku,teriak dari luar kamar. Menyuruhku ke Sekolah. Dan alhasil,di sekolah, Aku mendapat ganjaran,tidak boleh mengikuti pelajaran sampai jam istirahat tiba. Selain itu,harus membersihkan halaman kelas sampai bersih.

Anak anak kelas satu,adik kelasku,tertawa menyaksikan Aku membersihkan halaman kelas.Waktu itu,mereka praktek olah raga dari mata pelajaran Olah Raga.

Mereka tertawa,Aku cuek saja. Pikirku saat itu,ini resiko yang harus Aku tanggung,dari sekolah yang memang menanamkan kedisiplinan kepada siswanya,calon calon guru yang akan menjadi pendidik di sekolah sekolah dasar.

Entah mengapa ,Aku secara refleks menengok ke kelas mereka yang tak jauh dari kelasku. Tiba tiba,darahku berdesir.Jantungku berdentang kencang ketika Aku melihat seorang siswi yang berdiri di depan pintu kelasnya.

Rambutnya sebahu,disisir poni.Kulitnya putih,bagai pualam. Dia tersenyum padaku.Aku gelagapan dalam tatap matanya yang sayu,namun mataku,tak mau menghindar dari tatapan matanya.

Aku mendekati wanita cantik sempurna itu.Wanita yang selama ini sering hadir di mimpi mimpiku. Ironisnya,wanita itu,ternyata satu sekolah denganku,adik kelasku sendiri,tetapi lepas dari penglihatanku.Kecuali hari ini,ketika aku diganjar tidak bisa mengikuti pelajaran sampai jam istirahat.

Aku menjulurkan tangan, lalu memperkenalkan nama ” Anto,” kataku.

Dia tersenyum sambil mengulurkan tangannya, lalu berkata ” Aku tahu,nama kakak Anto .Kawan kawan sering menyebut nama Kakak.”

” Oh ya ? ” Jawabku. Namun sebelum Aku bertanya siapa namanya, cewek cantik itu,berkata terbata bata ” Namaku Morinaga …kawan kawanku memanggiku Mori ”

Masih sambil menggegam tangannya,bergetaran rasa jiwaku.Apakah ini yang dinamakan cinta di pandangan pertama ? Otakku berputar putar,berpendar pendar mencari jawaban. ( Bersambung)

Read Previous

Melacak Tempat Mandi Kuda (Bagian III)

Read Next

Menolak Pelemahan KPK,Mahasiswa Turun Ke Jalan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *