fbpx

Kutitip Hatiku Di Kappuna (bagian II)

Lega rasanya,ketika bel Isttirahat berbunyi. Bukan saja karena hukumanku berakhir karena telat ke sekolah,tetapi lebih disebabkan oleh perkenalanku dengan Morinaga,wanita yang selalu hadir dalam mimpi mimpiku.

Tangan lembutnya yang hangat dan berkeringat, masih saja terasa ketika Aku memasuki ruang kelasku. Suara desahnya yang menyeruh ketika menyebut namaku,masih terngiang indah di telingaku. Wahyu dan Untung,menegurku saat melihatku bertingkah aneh,ketika memasukkan buku di laci meja tempat dudukku.

” Hey anto…! Ada apa ? Dapat durian runtuh ya semalam,” tegur Wahyu,yang melihat wajahku sumringah sambil menyanyikan lagu Camelianya Ebiet G.Ade.

” Wahyu…Sepertinya, Anto itu, mimpi indah lagi semalam.Kan biasanya kalau dia mimpi Indah,pasti wajahnya cerah,dan menyenandungkan lagu,” Celetuk Untung di depan pintu kelas yang disusul Wahyu menuju kantin sekolah.

” Ke kantin Yukkk,” Kata Untung dan Wahyu hampir bersamaan.Tangannya menunjuk arah kantin Pak Battu.

Aku menggelengkan kepala. Mereka berdua,meninggalkan diriku,yang mulai mengambil secarik kertas,untuk membuat sebuah puisi.

Buat Mori …!

Kala kulihat dirimu mematung di depan pintu kelasmu
kesalku sirna karena hukuman.

Dari tatapan matamu yang sayu
kutangkap anugerah terindah dalam diriku
ada desir gelombang aneh mengalir dalam darahku
saat tanganmu mendekap erat jemari tanganku

Apakah ini yang dinamakan cinta ?

Sepenggal senyum manismu
membuat hatiku luruh
beningnya matamu dalam kesayuan
membuat jiwaku bergetar

Adakah waktu yang tersisa untukku ?

Kutitip harap agar kelopak di hatimu terbuka
Aku ingin mengenalmu lebih jauh ?

Aku Anto
Palopo,20 Agustus 1979

Baru saja puisi yang Aku tulis untuk Mori selesai Aku buat,Bety cewek paling sexy di sekolahku,yang kehadirannya tak Aku sadari, berteriak ” Horeeee …! Anto jatuh cinta,,,,Anto jatuh cinta.”

Betty yang ternyata dari tadi ngumpet di belakangku saat menulis puisi,berlari keluar kelas. Aku tak mampu mencegahnya.Selain Aku gugup,Aku juga kuatir kalau Bety mengetahui puisi yang Aku buat itu,untuk siapa.

Tak berselang lama,betul perkiraanku,bahwa Bety pasti memanggil kawan kawan sekelasku untuk menggodaku.Bersyukur,karena puisi yang ku tulis tadi,sudah aku amankan.Kuselipkan di belakang papan tulis.

Aku kadang berpikir,kenapa kawan kawanku ini,menginginkan Aku pacaran dengan salah seorang cewek di sekolahku. Beberapa bulan kemudian,baru aku ketahui kalau Geng Rani dan Geng Bunardi,ternyata taruhan.Apakah Aku bisa pacaran atau tidak.

“Mana puisinya,” Kata Rani,sambil memerikas tas dan seluruh isinya.

Wahyu dan Untung,tak kalah agresifnya.Mereka merogoh kantong celanaku.Saat itu,Aku hanya berdiri mematung,sambil senyum senyum. Bety kemudian memprovokasi teman sekalasku untuk menggeledah seluruh laci meja belajar dalam kelas itu. Aku sendiri,berdoa dalam hati,agar mereka tidak menuju papan tulis,dimana puisi itu aku selipkan.

” Tidak ada,” Kata Suhe,gadis manis dari suli,sambil menengadahkankan kedua tangannya sedada,seperti orang lagi berdoa. ” Ah Bety ini,suka membuat orang gaduh saja,bukti puisi cinta yang dibuat Anto,tidak ada,” sambung suhe yang kemudian duduk di kursinya.

Aku lalu membela diri.Dan mengatakan kepada sahabat sahabatku itu,kalau puisi yang dilihat oleh Bety,adalah puisi yang Aku tulis dan bacakan saat perayaan hari kemerdekaan di sekolah. Aku pun menunjukkan puisi yang Aku maksudkan,yang sengaja Aku selipkan di kaos kakiku. Mereka pun serempak mengatakan ” Huuuuuuuuuu” kepada Bety. “Pabote memang duka tee Bety,”Kata Rani yang mengunakan bahasa daerah.

Lonceng jam istirahat ke dua,baru saja dipukul oleh Pak Yohanis.Kawan kawanku berhambur ke luar kelas. Aku sengaja ke luar paling belakangan.Ketika keadaan sudah aman,Aku menuju papan tulis,mengambil secarik kertas yang berisi puisi yang Aku tulis tadi.

Aku berjalan menuju kelas Morinaga,yang tak jauh dari kelasku.Aku mendekati Hayati,teman sekelas Mori,yang kebetulan akrab denganku.

” Dek Atik,Mori mana ? Kok gak kelihatan ?” Tanyaku kepada Hayati yang lagi asik ngobrol dengan kawan sekelasnya.

” Tadi ada kak,tapi sudah pulang,karena sakit.Ada apa ya kak ?,” jawab Hayati penuh selidik.

“Ohhhh,,,,Pantas saja,Dia tidak ikut praktek olah raga saat kalian berolaraga tadi,” Kataku sambil cilingak cilinguk di antara siswa yang lagi bersenda gurau itu,” Mori sakit apa ya dek,” Lanjutku berbasa basi kepada Hayati.

” Katanya, sakit ulu hatinya kambuh kak” Jawab Hayati.

Aku meninggalkan Hayati.Puisi yang mestinya sudah sampai di tangan Morinaga,akhirnya Aku simpan baik baik di saku depan celanaku. Aku kemudian ke kantin,mencari Wahyu dan Untung.Biasanya ke dua kawanku itu,nongrong di Kantin Pak Battu,sambil menggoda adik adik kelas yang lagi menikmati makanan di kantin itu. ( Bersambung )

Read Previous

Menolak Pelemahan KPK,Mahasiswa Turun Ke Jalan

Read Next

KPK Sita Uang Rp400 Juta:Jajaran Direksi Perum Perindo Kena OTT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *