fbpx

Kutitip Hatiku Di Kappuna (bagian III)

Menjelang magrib.Aku tiba di rumah sepulang sekolah hari ini. Kakak angkatku dan suaminya,sudah hapal di luar kepala manakala aku pulang terlambat.Dan mereka tahu di mana Aku sering menyendiri jika pikiranku lagi kacau.

” Ya sudah…Kalau Kau memang rindu pada tettamu dan mak Piah,ke Makassar saja,kalau libuan nanti,” Kata kakak angkatku saat makan malam bersama.

Aku memang tinggal di rumah kakak angkatku,setelah nenekku meninggal.Nenek yang memelihara dan membesarkanku sejak kecil.Kedua orang tuaku,sebenarnya ingin memboyongku ke Makassar.Tetapi keluarga di Palopo,tidak menginginkan itu.

Bapakku,yang Aku panggil Tetta,tingal bersama Ibu dan adik adikku, di asrama tentara di Makassar.Tettaku asli Gowa,dan Ibuku asli Luwu. Dua suku dari dua wilayah kerajaan yang mashur pada jamannya inilah,yang kemudian mempengaruhi karakter diriku.

” Kau dari pelabuhan lagi kan ?” Tanya kakak iparku dengan medot bugis bonenya,karena dia memang asli bone, ” Benar apa kata Kakakmu itu,ke Makassar saja nanti,kalau Kau liburan,” tegas kakak iparku menambahkan.

Mereka berdua heran,karena biasanya kalau kami ngomongin Tettaku dan Piaku,serta Adik adikku yang berda jauh dari sisiku, Aku selalu menampakkan raut wajah yang sedih. Tapi kali ini,Aku senyum senyum saja.

” Jadi apa pale’na yang membuat Kau ke Pelabuhan. Awwe, jangan jangan Kau sudah jatuh cinta ya ?,” ledek Kakak Angkatku,sembari mencubit lengan suaminya.

” Biar bammi toda’ kan sudah waktunya pacaran,” Kata Om Udin Balandai dengan dialek paloponya, “Biasanya,anak anak sekolah se usia Anto ini,termotivasi bekajar,kalau punya pacar di sekolah.Yang penting,tidak melewati batas,” Kata Om Udin lagi,sambil mengedipkan matanya kepadaku lalu tertawa,

” Sambarang juga orang tua satu ini.Ngajari anak anak tidak benar.Pokoknya,jangan pacaran dulu.Saya tidak mau disesali Tetta dan Piah,kalau mata pelajaran sekolahmu jeblok,akibat pacaran. Hey Anto.Kedua orang tua kita di Makassar itu,punya cita cita,agar kau lanjut di IKIP.” Kata kakakku memberi wejangan di meja makan.

” Saya setuju dengan pendapat Kak Udin,tidak apa apa Anto pacaran,yang penting,prestasinya di sekolah, tetap terjaga.” celetuk kakak Iparku,yang kemudian melakukan salam kompak dengan Om Udin Balandai.

” Pokoknya tidak boleh,” selak kakak angkatku.Dia memang rada galak,kalau sudah menyangkut sekolahku.

” Jangan bilang pokoknya,masalahnya, ini soal hati,” bantah Om Udin,”Bagaimana jika justru mata pelajaran Anto menurun,bila kita menghalanginya pacaran…Hayoooo !!!” Lagi lagi Om Udin Balandai mengedipkan matanya kepadaku,sambil menepuk dadanya.

“Dari pada bersitengang,bagaimana kalau kita voting saja.Yang setuju,angkat tangan, yang tidak setuju,tidak angkat tangan,” Kata Kakak Iparku.

” Baik…Anto,awas ya ?Kalau Kau angkat tangan,saya tidak akan mencuci pakaian kotormu,” Ancam Kakak Angkatku.Matanya membelalak,tangannya terkepal,mengarah kepadaku.

“Di mulai…!” Seru Om Udin Balandai.

Kakak Iparku,Om Undin Balandai,bersamaan angkat tangan.Aku dan kakakku tidak angkat tangan.

” Hitungan drow,” Teriak Kakakku,sambil jingkrak jingkrak kegirangan.

Aku,Om Udin Balandai serta Kakak Iparku,tertawa menyaksikan kakakku. Namun,kakakku lupa,kalau dari balik pintu,nenek Imah,ikut angkat tangan. Dia baru sadar,ketika suaminya menyuruhnya menghitung kembali. Kakaku kalah,akhirnya Aku dapat restu untuk pacaran.

” Yes…!” Pekikku dalam hati.

Aku beranjak ke ruang tamu,membuka pintu,karena ada suara ketokan dari luar.Ini pasti Wahyu dan Untung,karena sebelum pulang sekolah,kami janjian untuk mengerjakan pekerjaan rumah di tempat tinggalku.

” Yes…!” Kataku lagi,ketika kedua sahabatku itu,duduk di ruang tamu.Wahyu dan Untung,saling berpandangan.

” Yes Apa ? ” Tanya Wahyu.
” Aku diisinkan pacaran,” jawabku
” Dengan Siapa ? ” Tanya Untung
” Ntar Aku ceriterakan,setelah PR kita selesai dikerjakan,” Jawabku ( Bersambung )

Read Previous

Sajak Pertemuan Mahasiswa

Read Next

TRAILER – KISAH NYATA ” SUAMIKU LUPA DIRI GARA GARA TERGODA JANDA KAYA”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *