fbpx

PREDATOR ANAK : DAMPAK KURANG SADARNYA KITA TERHADAP HUKUM YANG DITETAPKAN ALLAH.

Foto ilustrasi. merdeka.com/dok

“Sudah baca beritaka Meng…? Berita tentang seorang Anak Tiri di makan oleh Bapak tirinya ?”, tanya Meong Palo,ketika mereka berdua,menikmati kopi sore,di Folder Ilham Maulana Sangata. ” Belum,” jawab La Domeng,” Kanibal dong,kalau makan anak tiri,” kata La Domeng menambahkan sambil terkekekeh.

“Bukan makan,seperti makan pisang goreng Meng…! Maksudnya itu,Bapak Tiri,menyetubuhi anak Tirinya,” Jawab Meong Palo,kemudian memperlihatkan berita yang ditulis di Tribunemanado.Co,Id.

“Pria itu,berumur 40 Tahun.Warga Loa Duri,Kutai Kartanegara,Kalimantan Timur,”jelas Meong Palo. “Kok ada juga pria yang tega seperti itu Palo,” Ketus La Domeng.

” Kalau soal tega tegaan,sudah sering terjadi seperti itu Meng.Jangankan Anak Tiri,Anak kandung pun,sering kita dengar atau baca beritanya diembat oleh Bapak kandungnya sendiri,”Jawab Meong Palo. ” Dunia ini,semakin rusak Palo,”ketus La Domeng. ” Dunia ini,sebenarnya bukan makin rusak,tetapi manusianyalah yang rusak,karena tak mampu mengendalikan nafsu birahinya,”Jawab Meong Palo.

” Bukankah seharusnya Ibu anak itu melindungi anaknya Palo.Lalu waktu kejadian itu,Ibunya kemana ?” Tanya La Domeng.”Dalam tulisan berita itu,dinyatakan kalau sesungguhnya Ibunya mengetahui kalau suaminya sudah sering melakukan persetubuhan dengan anak tirinya itu.Karena Ibunya takut diceraikan,maka sang Ibu,pura pura tutup mata atas kejadian yg sudah berlangsung satu tahun itu,”Jawab Meong Palo.

” Sama sama bejat dong kalau demikian kisahnya. Seharusnya kedua suami istri itu,dijatuhi hukuman yang seberat beratnya.”. Geram La Domeng.

” Itu sudah Meng. oleh Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang Iptu Teguh Wibowo.Menyatakan Ibu dan bapak tiri anak itu,sudah ditahan.Sementara anak yang masih berumur 11 tahun itu,diamankan di rumah pamannya.Ibu kandung dan bapak tiri yang bejat itu, diganjar Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014.Si bapak tiri dikenakan Pasal 76 huruf D sedangkan ibu kandung korban dikenakan Pasal 76 huruf I.Masing-masing diancam hukuman penjara selama lima tahun. “Jelas Meong Palo.

“Seharusnya kedua suami istri itu,di hukum mati saja.Biar menjadi contoh,agar orang takut melakukan perkosaan atau persinahan,” kata La Domeng.

” Semestinya begitu Meng,” jawab Meong Palo.” Tetapi,selama manusia di dunia ini menuhankan pikirannya dan melegalkan hukum yang dibuatnya sendiri dan menafikan hukum Allah atas nama hak asasi manusia, maka yang namanya kebobrokan moral itu,akan semakin menjadi jadi,” Tegas Meong Palo menambahkan.

” Itukan paham liberal Palo,” jawab La Domeng. ” Dan yang seperti ini,sudah diingatkan di dalam Al- Qur’an di ayat 50 surat Al-Maidah yang artinya : Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” Kata La Domeng, ” Dalam Al-Qur’an pula,di surat Al-Baqarah 2: Ayat 11, Allah sudah mengingatkan bahwa; Dan apabila dikatakan kepada mereka, Janganlah berbuat kerusakan di bumi! Mereka menjawab, Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.”kata La Domeng menegaskan.

” Hussstttt, jangan keras keras Meng ? Nanti kita dituduh makar lagi terhadap hukum yang dibuat manusia itu.Yang penting itu,adalah kita menerapkan hukum Allah di dalam diri kita dan keluarga,agar kita terbebas dari perbuatan tercelah.” Kata Meong Palo mengingatkan.

” Ho oh,” jawab La Domeng,sambil mengedipkan matanya ke Meong Palo.

Read Previous

TRAILER – KISAH NYATA ” SUAMIKU LUPA DIRI GARA GARA TERGODA JANDA KAYA”

Read Next

Mahasiswa UHO Kendari Tewas karena Luka Tembak di Dada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *