fbpx

Andi Jamaro Dulung :Mengecam Keras Kejadian di Wamena, Papua.

Sangata,Mediakutim.com — Andi Jamaro Dulung,Wakil Ketua BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS),mengecam keras kejadian di Wamena dan menyesalkan pelaku pembantaian dan pembunuhan warga sipil di Pulau Papua itu. Dia juga menegaskan,agar negara turun tangan menyelesaikan persoalan yang terjadi di sana.

“Kami meminta kepada negara untuk segera memulihkan keamanan dan memberi perlindungan kepada masyarakat, terutama masyarakat pendatang,” Kata Andi Jamaro Dulung.

Selanjunya,Andi Jamaro Dulung, juga menghimbau Ketua BPW Papua dan BPD KKSS Wamena agar segera melakukan rekonsiliasi dengan pimpinan paguyuban suku pendatang dan suku-suku asli di Wamena.

Ketua KKSS Papua, Dr. Mansyur, menyatakan sudah ada sekitar 256 warga KKSS melakukan pengungsian di asrama Lanud 751 Jayapura.Mereka pada umumnya wanita,anak anak dan orang sakit.

“Kami membuka dapur umum untuk sekitar 2.000-an pengungisi yang terdiri dari pendatang,dari berbagai daerah di Indonesia ” Ujar Mansyur sebagai yang dirilis PINISI.co.id.

Dr.Mansyur,mengkonfirmasi kepada awak media, bahwa sampai hari ini, terdapat 26 korban jiwa warga Sulawesi Selatan yang telah meninggal akibat kerusuhan yang melanda Kabupaten Jayawiyaja, Kota Wamena, Provinsi Papua, 23 September 2019.Sepuluh diantaranya,telah dipulangkan ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan dan sebagian di kuburkan di Jaya Pura.

“Korban tewas akibat terkena panah dan tembakan oleh kelompok kriminalitas bersenjata di Papua,” kata Mansyur.

Hal yang senada,disampaikan pula oleh Andre Rosiade Anggota DPR terpilih periode 2019-2024.Politisi Partai Gerindra dari DAPIL Sumatra Barat, yang juga Ketua DPP Ikatan Keluarga Minang itu menyatakan, kerusuhan yang terjadi di Wamena bukan hal sepele.

“Ada 1.500 warga kami yang masih mengungsi dan belum lagi warga dari daerah lain. Toko-toko mereka dijarah dan sekarang mereka berlindung di Kantor Kodim dan Polres. Total yang mengungsi dengan warga perantau daerah lain sekitar 10 ribu jiwa,” tegasnya.

Andre meminta, Presiden Jokowi segera melakukan langkah konkret untuk mengembalikan situasi keamanan di Wamena, Papua pasca-kerusuhan yang menyebabkan banyak korban jiwa. Di antara korban jiwa tersebut terdapat 9 warga Sumatera Barat.

“Saya mohon tindakan konkret dari pemerintah Pak Jokowi agar segera pulihkan kembali situasi keamanan di Wamena,” kata Andre.

 

Read Previous

Mentri Hukum Dan HAM Mengundurkan Diri

Read Next

Wamena dan Kematian Orang-Orang Padang dan Bugis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *