fbpx

Misteri Cinta Bertuah Juara II Lomba Sayembara Penulisan Ceritera Film Bertema “POPPO”

Mediakutim.com—Malam puncak penganugerahan sayembara penulisan ceitera film yang bertemakan POPPO, merupakan bagian dari konfrensi dan Hari Ulang Tahun Dewan Kesenian Makassar.Di selenggarakan hari Minggu (29/09/2019) di ball room Macora Hotel Rinra Makassar.

Selain dihadiri oleh petinggi pemerintahan Kota Madya Makassar, juga dihadiri para seniman Anging Mamiri dan pelaku sinema lokal maupun Nasional. Aspar Paturusi misalnya,sastrawan dan pemain film asal kota Makassar ini,tampil bersama Istrinya membawakan puisi hasil karyanya.

Ketua Dewan Kesenian Makassar (DKM),Erwin Kallo dalam sambutannya,mengajak para seniman dan sineamas untuk selalu menampilkan karya karya kreatifnya di bidang seni khususnya perfileman di kota Makassar

” Ke depan,kita akan jadikan kota Makassar sebagai kota produksi Film lokal yang bekerja sama dengan pemerintah daerah,” Tutur Erwin

Erwin kallo dalam sambutannya, menyambut baik hasil dewan yuri sayembara yang telah menentukan nominasi karya terbaik dalam sayembara penulisan ceitera film itu, begitu pula para pemenang yang berahasil masuk 3 juara penulisan naskah karya terbaik 1, 2 dan 3.

“Insyaa Allah naskah2 ini akan di filmkan oleh erwin kallo films, yang telah mempeduksi beberapa film layar lebar seperti the lowyer yg telah beredar bioskop baru2 ini,”Kata Erwin Kallo, yang telah memproduksi film pendek tvri “Risalah dari Timur” sebanyak 12 episode.

Syahrir Rani,penulis ceritera film ” Misteri Cinta Bertuah”, mengatakan kepada mediakutim.com, bahwa Kegiatan sayembara penulisan cerita film ‘Poppo’ ini belangsung dari tgl. 22 Juli s/d 20 September 2019 yang diikuti 19 org penulis berasal seantero nusantara bahkan dari malaysia. Alumni IKIP Ujung Pandang dari Fakultas Tehnik itu,merupakan salah satu penulis dari makassar yang berhasil merahi juara terbaik ke 2.

Sementara juara ke 1 diraih oleh Muhammad Taufiq syam asal Takalar, belia seorang dosen dgn gelar Doktor sedangkan juar ke 3 adalah Cecep saefuddun dari tegal jawa tengah.
Penyerahan hadiah dan piagam diserahkan oleh Adi Rasyid Ali wakil ketua dpr kota makassar.

Sinopsis :

Kisah ‘POPPO’ merupakan mitos yang telah melegenda di tegah masyarakat sulawesi pada umumnya,khususnya di Mayarakat sulawesi selatan.

Kisah ini menyimpan misteri bagi keturunan dan keluarga ‘Poppo’,terutama dalam hubungan percintaan. Kadang menjadi momok dalam kehidupan Masyakat khususnya di perkotaan.Apalagi mereka yang belum memahami apa sebenarnya ‘POPPO’ itu.

Namun dalam cerita “Misteri Cinta Bertuah”,Karya Syahrir Rani ini, dikisahkan seorang gadis desa cantik jelita, Namanya Darawuleng yang sempat menjadi istri raja (permaisuri) Paduka Petta wawo dan memiliki keturunan putra mahkota yang kelak menggantikan ayahnya sebagai raja.

Darawuleng konon dijadikan istri oleh raja karena janjinya kepada siapa saja yang mampu menyembuhkan penyakit kulit permasuri petta canning isteri kedua paduka raja akan dijadikan istri, jika dia seorang dara (wanita gadis belia).

Saat itu Darawuleng tampil sebagai orang yang mampu melakukan pengobatan berkat ilmu kebatinan yang dipelajarinya dari Wak Pammase seorang guru tarekat yang kesohor, namun sayang karena keterbatasan kemampuan dirinya mendalami ilmu kebatinan tersebut,maka akhirnya membuat Darauleng harus menerima perubahan pencapaian kesempurnaan ilmu kebatinan berwujud manusia Poppo.Disebabkan pengaruh nafsu birahi keduniawian terhadap energi kebatinan dahsyat yang mampu memperamainkan jiwanya (ruh) sebagai kunci menaklukkan rasa yang bergejolok.

Disinilah Darawuleng harus rela menerima akibat, yang membuat dirinya beruabah menjadi manusia poppo. Kenyataan ini telah merubah proses kehidupannya. Ia akan selalu berhadapan dengan kejadian-kejadian yang menuntutnya harus bersabar dan tabah menjalani kenyataan pahit yang setiap saat akan menuai cercaan dan hinaan orang.

Kenyataan ini di manfaatkan oleh sepupunya,Tenri Ukke yang menyimpan dendam padanya dan kepada paduka karena cintanya yang tak tersambut.

Tenri ukke yang memiliki ilmu parakang pada suatu malam telah menggerayangi paduka yang saat itu dalam konsisi sakit. Sementara Darawuleng keluar sebagai poppo mencari ikan atau buah yang dapat dijadikan obat untuk sang suami paduka raja Petta Wawo. Atas penggerayangan Tenri Ukke yang parakang itu,akhirnya Petta Wawo meninggal dunia. Akhirnya,inilah yang menjadi alasan Petta Cenning mengusir Darawuleng karena diduga meninggalnya Petta Wawo,karena ilmu Poppo yang dimiliki oleh Darawuoleng.

Misteri cinta ini menyebabkan darawuleng diasingkan dan dicabut haknya sebagai permaisuri oleh paduka raja anak kandungnya yang telah menggantikan ayahnya. Hal ini dilakukan karena kesepakatan para pemangku adat dan permaisuri petta canning.

Walau demikian kenyataan hidup yang dialami Darawuleng, ia masih mampu tegar dan setia memegang prinsip sebagai manusia poppo, ia pun rela menerima keputusan itu dengan pelukan yang dalam kepada anaknya sebagai bukti buah kecintaannya, meneteskan air mata dan berbisik.

“relakan segalanya sebagai kepasrahan. Dan itulah kesempunaan batin kita anakku, biarkanlah saya merasakan sebagai bakti hidupku untuk mengenang kecintaanku dalam kesunyian dan kesepian malam hariku. Sebab cinta tak selamanya harus selalu bersama, namun buah cinta hanyalah bayang-bayang yang tak mungkin di genggam dengan tangan namun digenggam dengan rasa di hati yang dalam.Tinggallah kau anakku sebagai bukti perjalanan kehidupan misteri cinta”.
Kata darawuleng kepada anaknya saat meninggalkan kerajaan menuju desa untuk mengasingkan siri. Diringi syair lagu Alamase-mase alamua….!

Kisah : Syahri Rani
Editor : Asri Tawang

Read Previous

Aksi Damai Gejayan Memanggil Jilid II Menjadi Trending Topik di Twiter

Read Next

Demo Ricuh di Jalan Tol PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menutup Stasiun Palmerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *