fbpx

Mahyudin Akan Turun Gunung Pada PILKADA Kutim 2020

Mediakutim.com — DR.H.Mahyudin ST.MM, adalah wakil ketua DPD RI periode 2019 – 2024.Sebelumnya,Ia menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 2014-2019.Dan anggota komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014.

Mantan Bupati Kutai Timur Ke 2 pada periode 2003-2006, dikenal sangat dekat dengan masyarakat Kutai Timur,itu dapat dibuktikan dengan perolehan suara beliau saat pemilihan anggota DPD RI untuk wilayah Kab.Kutai Timur saja, Mahyudin memperoleh suara kurang lebih 43.919 suara dari pendukung militan dan simpatisan beliau di Kutai Timur.

Peroleh 43.919.suara dari jumlah DPT kurang lebih 214.348. untuk pemilih di Kab.Kutai Timur merupakan angka yang signifikan sebagai modal untuk maju dalam pertarungan Pilkada di Kutai Timur.Apalagi perolehan suara itu,murni tanpa embel embel politik uang.Itu pulalah yang menyebabkan ada beberapa tokoh masyarakat yang mengingikan Mahyudin maju di Pilkada 2020,dengan tujuannya membenahi Kab.Kutai Timur agar lebih baik lagi.

Dalam wawancara dengan Mediakutim.com Mahyudin mengatakan bahwa kali ini,akan turun gunung di Pilkada Kutim Tahun 2020.

Mengapa Pak Mahyudin,begitu sangat antusias mengikuti Pilkada Kutim 2020,dan sangat berbeda dengan Pilkada Pilkada sebelumnya :

” Pilkada Kutim kali ini, sangat menarik karena selama ini memang yang bertanding untuk menjadi bupati,bukan orang lain juga. Karena ada mantan kepala dinas saya,mantan asisten,seperti adik adik saya,jadi memang selama ini,tidak mau ikut terjun langsung ikut cawe cawe pilkada kutim karena saya pikir, itu pertarungan yunior yunior saya semua. Sehingga saya berpikir siapa pun yang menang akan baik baik saja. Memang kebetulan kali ini, banyak keluhan masyarakat yang datang kepada saya berkaitan masalah di daerah ini,bahkan banyak juga yang meminta saya untuk kembali jadi Bupati,untuk membenahi daerah ini,” Tutur Mahyudin.

” Mengapa banyak masyarakat menginginkan saya kembali menjadi Bupati Kutai Timur, karena mungkin mereka berpikir waktu saya dulu menjadi Bupati, APBD Kutim waktu, itu hanya 680 milyar rupiah,tapi managemen yang kita kerjakan, tidak pernah ada kejadian misalnya tenaga honor tidak terbayar. Da’i pembangunan kita bayar sampai pengurus mesjid marbot atau doja kita bayar semua. dengan anggaran terbatas dan utang banyak,Nah Mungkin masyarakat lalu bertanya tanya,sekarang mungkin akibat defisit banyaknya tenaga honor yg sampai nunggak pembayarannya.Itu juga yang mungkin melandasi sehingga banyak masyarakat meminta saya kembali lagi menjadi bupati,” Ungkap Mahyudin.

Mahyudin menjelaskan devisit anggaran Kutai Timur yang berkepanjangan “Bisa saja terjadi, karena keuangan daerah kita yang lagi sulit sehingga terjadi devisit, sementara pemerintah juga harus tetap membangun pekerjaan populer.”

Tentang keinginan sebagian masyarakat agar Mahyudin kembali memimpin Kutai Timur,Mahyudin menjelaskan bahwa “Kalau saya tidak mungkin kembali menjadi bupati.karena karier saya menjadi tokoh nasional tidak didapatkan dengan mudah.Saya juga mengerjakan itu berkeringat dan berdarah darah juga dalam memperjuangkannya.Dan setelah saya menjadi pimpinan lembaga negara dan sekarang dipercaya lagi menjadi wakil ketua DPD RI sehingga untuk kembali ke daerah itu merupakan sangat mustahil bagi saya.Namun itu bisa saja terjadi. Tapi bagi saya,tentu sangat tidak mungkin saya lakukan.”

Ketidak-inginan Mahyudin memenuhi permintaan masyarakat agar kembali memimpin Kutai Timur,bukan bererti dirinya,akan lepas tangan akan berbagai persoalan yang terjadi di daerah yang sangat dicintainya ini.terkait dengan itu, Mahyudin menjelaskan ” Saya juga turut memperhatikan dan mencermati daerah ini, karena Kab kutai Timur inilah dimana saya memulai karier politik saya. Tentu juga kabupaten yang sangat saya cintai dengan masyarakatnya yang menurut saya di setiap pemilu juga antusias memilih saya. saya percaya mereka masih banyak yang sayang kepada saya, dan saya juga sayang kepada mereka. Oleh karena itulah Pilkada kali ini saya ikut juga mencermati dan memperhatikan kedepannya seperti apa, arahnya mau kemana. Dan kebetulan,Mahyunadi,adik kandung saya juga mau mencalonkan diri sebagai Bupati yang sekarang duduk di DPRD Provinsi. oleh karena itu saya sangat berkepentingan dalam hal ini.Kepentingan saya adalah bagaimana agar dalam pertarungan Pilkada Kutim 2020 adik saya berhasil memenangkan pertarungan di Pilkada yang akan datang itu.”

Apa Pesan Pak Mahyudin Kepada Dinda Mahyunadi ?

” Saya mengingatkan kepada Dinda Mahyunadi,kalau mau maju sebagai bupati, bukan sekedar mau menang saja atau mau berkuasa saja, tetapi betul betul mewujudkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat, agar mengembalikan arah pembangunan Kutai Timur itu dengan benar. Tujuannya apa ? agar semakin memperkecil angka kemiskinan di Kabupaten Kutai Timur,yang kita cintai ini,” Tutur Mahyudin.

Pertarungan Pilkada 2020 di Kabuetan Kutai Timur,sejauh mana optimisme pak Mahyudin melihat peluang adinda Mahyunadi untuk memenangkan pertarungan ini

” Saya kira sekarang belum kelihatan. Karena masih ada beberapa waktu,dimana kita harus bekerja mensosialisaikan apa program kerja kita, dan meyakinkan msyarakat bahwa adinda Mahyunadi adalah salah satu alternatif yang terbaik untuk menggapai cita cita kita bersama menuju masyarakat Kutai Timur yang adil dan makmur.Tentu terlalu dini kalau kita menyimpulkan siapa yang lebih kuat.tapi kita harus hitung bahwa petahana itu populer lebih duluan.Oleh karena itu saya kira peluang Mahyunadi juga cukup bagus tapi juga tidak mudah,Jadi kalau dia mau maju sebagai bupati, kita harus kerja tim untuk mensosialisasikan semua program kerja apa yang akan kita lakukan dan berikan kepada masyarakat kutai timur,”

Apakah harus Bupati atau Wakil Bupati ?

“Saya kira kalau mempertaruhkan jabatan harus mundur dari anggota DPRD Propinsi Kaltim, saya kira, tidak layak kalau menjadi wakil Bupati.Jadi kalau kita turun harusnya menjadi bupati.Kenapa ? Karena kita bisa berbuat banyak. Kalau kita menjadi wakil bupati, sepertinya kita hanya mengejar jabatan saja. Sementara nanti, Kita tidak bisa mengaktualisasikan apa yang menjadi mimpi dan cita cita Kita.Kalau saya berharap Mahyunadi kalau mau maju harus menjadi bupati bukan menjadi wakil.Kalau hanya mau menjadi wakil,lebih baik meneruskan saja di propinsi Kaltim”.

Harapan Bapak kepada masayarakat Kutai Timur terkait pencalonan Mahyunadi sebagai Calon Bupati

“Dengan majunya Dinda Mahyunadi sebagai calon Bupati, membuat masyarakat menjadi banyak plihan,dan olehnya itu, Kami berharap dukungan dari seluruh masyarakat Kutai Timur, terutama yang selama ini percaya kepada kami dan menjadi bagian dari tim pemenangan kami sebagai tim sukses, dan kepada masyarakat Kutai Timur yang selalu mencintai saya selama ini, saya berharap mari bersama sama bekerja,Kita turun gunung bersama, untuk ikut mensukseskan dinda Mahyunadi menjadi Bupati terpilih di Pilkada Kutim 2020.”

Read Previous

WAWANCARA EKSKLUSIF DENGAN KETUA DPRD KAB. KUTAI TIMUR (SPESIAL HUT KUTIM KE 20)

Read Next

Fadli Hakim Pemilik Coffee Time ; Kaum Muda Yang Jeli Melihat Peluang Usaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *