fbpx

Di Dalam Penjara : Aku Hanya Bisa Pasrah,Saat Istriku Kawin Dengan Lelaki Tua Kaya Raya.

Oleh : Asri Tawang*

Seorang penjahat kakap sekalipun,tidaklah rela dirinya,dijebloskan ke dalam penjara.Apalagi sebuah kesalahan yang dituduhkan kepada seseorang yang tidak pernah dilakukannya, lalu dijebloskan ke dalam penjara.

Tentu seorang hakim pun tidak akan memutuskan sesorang bersalah dan menjebloskannya ke dalam penjara tanpa alat bukti yang kuat, sehingga seseorang itu, terbukti secara sah bersalah sesuai hukum yang berlaku.

Seperti kisah seorang pria bernama Richard Phillips.Phillips telah berada di penjara selama 45 tahun.Kisah Seorang Narapidana yang Habiskan Waktu di Penjara dengan Melukis.Dilansir dari Thisisinsider.com, Richard Phillips mengaku selama ini telah menghabiskan waktunya di penjara selama 45 tahun karena tuduhan pembunuhan yang sebenarnya tidak pernah dilakukan saat itu terhadap Gregory Harris. Namun, selama di penjara ia tak pernah terpikirkan untuk bisa bebas dari penjara.

Yang akan saya kisahkan kali ini,bukan soal Richard Phillips.Tetapi kisah seorang narapida Narkoba yang saat ini mendekam dalam sebuah penjara di Kota A.Nama kota sengaja saya inisialkan saja,karena permintaan sang terpidana.

Kisah ini,bermula dari perkenalan saya dengan seseorang di media sosial. Awalnya,dia menggunakan nama perempuan.

Tentu saja,jika dilihat dari fotonya,menyimpan kecantikan yang sempurna. Ini juga, bagian dari keisengan saya untuk mendapatkan inspirasi dari ragam dan karakter manusia di media sosial,untuk saya jadikan bahan tulisan untuk keperluan mediakutim.Com,yang saya pimpin.

Tetapi naluri saya yang sering berselanjar di dunia maya
mengatakan, bahwa pemilik akun itu,adalah laki laki. Hal itu,saya bisa ketahui dari rasa bahasa tulisan yang dia gunakan,tidak seperti para pengguna media sosial wanita pada umumnya.Dan tebakan saya benar.Akhirnya si pemilik akun itu,mau berterus terang bahwa sebenarnya dia adalah laki laki yang saat ini dirundung malang.

Namanya Aldo,bukan nama sebenarnya.Seorang pria yang ulet bekerja.Awalnya,Aldo bekerja di perusahaan konstruksi,sebagi staf manager lapangan di perusahaan tempatnya bekerja.

Aldo menikah dengan seorang janda,yang suaminya meninggal karena sakit.Usia istrinya lebih tua. Walau Aldo tidak mendapatkan anak dari Istrinya,dia merasa bahagia bersama istri dan anak tirinya.Sebuah kebahagiaan yang tidak pernah dirasakan selama ini.Olehnya itu,karena tak ingin sering meninggalkan istri dan anaknya,akhirnya Aldo mengundurkan diri dari perusahaan dan membangun usaha sendiri. Aldo membeli ruko dua pintu di pasar kota tempat mereka tinggal.

Tak berselang lama,sekitar 6 bulan kemudian,bencana mulai merundung keluarga ini.Pasar, di mana Aldo memiliki ruko,terbakar.Praktis ruko dan semua isi ruko serta harta benda lainnya ikut terbakar.Tidak hanya sampai di situ,karena sock,istri Aldo akhirnya jatuh sakit dan dirawat selama 3 bulan di rumah sakit.

“Saat itu,saya mulai kebingungan dan putus asa.Bagaimana tidak, semua harta saya sudah habis.Istri saya,di rawat di rumah sakit.Untung saya cepat sadar,mengingat anak semata wayang saya,masih membutuhkan seorang Ayah.Walaupun saya hanya seorang Bapak tiri,tetapi saya sangat menyayangi anak saya itu. Kalau tidak memikirkan itu,rasa rasanya saya mau bunuh diri saja,” tutur Aldo,melalui whatshapnya.

Setelah kejadian kebakaran itu,dan istrinya kembali pulih seperti sediakala,Aldo tidak memilih pekerjaan selama hampir satu tahun. Mereka hidup dengan bekerja apa saja untuk kebutuhan dapur.Pinjam uang sana sini,untuk keperluan sekolah anaknya.Hutangnya semakin membengkak yang pada akhirnya Aldo kembali bekerja di perusahaan konstruksi dan ditempatkan di kota lain yang mau tidak mau mengharuskan berpisah tempat tinggal lagi dengan istri dan anaknya.

Belum berselang lama bekerja di Kota A.Musibah datang lagi menghampiri Aldo.Kali ini,musibah yang menimpahnya menjerumuskannya ke dalam penjara. Menurut pengakuan Aldo,dia dijebak oleh kawannya. Dia di penjara atas perbuatan yang tidak dilakukannya.

“Yang saya tidak terimah selama ini,karena saya dijebak oleh kawan saya,sehingga saya masuk ke dalam penjara.Mereka memasukkan Narkoba ke dalam kamar saya.Kamar saya di geledah,saat saya tertidur.Dan barang haram itu,didapatkan di dalam tas kerja saya,” terang Aldo.

” Memang,saya mengetahui kawan saya sering menggunakan Narkoba di Mes tempat kita bekerja.Saya tidak pernah mengganggu mereka atau menegurnya,” kata Aldo menambahkan

Setelah di geledah dan di bawah ke kantor polisi,Aldo diperiksa dan dinyatakan memiliki dan menyimpan barang haram jenis Narkoba.Akhirnya dalam persidangan, Hakim menyatakan Aldo bersalah, dan dijatuhi hukuman selama dua tahun 10 bulan.

“Sebelum sidang di gelar,saya bingung bagaimana mengabarkan kepada istri dan anak saya kalau saya tersandung masalah hukum.Saya takut,istri saya kembali jatuh sakit seperti ketika ruko kami terbakar,” Tutur Aldo

Perlahan lahan,Aldo kemudian membicarakan masalah dirinya kepada istrinya melalui Handphone milik kawannya satu sel dalam penjara.Aldo mengatakan kepada Istrinya,kalau dia berada di dalam penjara.Tak berselang lama,istrinya mengunjunginya di penjara di kota A.

Aldo kemudian berkata ” Saya merasa sedih menyaksikan kehadiran istri saya dan tak tahu lagi harus bagaimana.Saya telah meletakkan beban berat di pundaknya.Tanggungjawab untuk melunasi hutang yang sangat banyak, akibat musibah kebakaran ruko yang kami miliki.Saya berpikir,bagaimana istri saya akan melunasi hutang hutang tersebut tanpa kehadiran saya”.

Kata kata istri Aldo seriang terngiang ngiang di telinganya saat istrinya bertanya bagaimana caranya melunasi hutang hutangnya yang banyak.Celakanya, Aldo tidak dapat memberinya solusi yang tepat dalam kondisi dirinya yang lagi terpuruk.Aldo hanya bisa pasrah apa yang akan terjadi,dan menyerahkan segala keputusan atas kehendak Tuhan pada diri dan keluarganya.Saat merenungkan dirinya yang dirundung malang,aldo hanya bisa menangis di dalam penjara.

Kata Aldo,”Saya tidak pernah menangis.Karena sesungguhnya,saya adalah pria kuat.Saya tidak pernah menangis saat harta saya ludes dilalap api.Saya hanya takut terjadi apa apa terhadap diri saya di dalam penjara. Dan yang membuat saya paling sedih ketika mengingat bagaimana kelanjutan kuliah anak saya”.

Kemudian Aldo menuturkan bahwa,beberapa hari sebelum dirinya ditangkap polisi,anaknya pernah menelpon.Dia meminta uang untuk melunasi biaya administrasi di Kampusnya ,karena mau praktek lapangan di Malaysia.Saat itu,Aldo mengiyakan lalu berencana meminjam uang pada perusahaan tempatnya bekerja.

Malangnya,sebelum proses pinjaman itu diajukan,Aldo sudah tersandung masalah hukum.” Saya tidak tahu lagi harus bagaimana,setelah saya di dalam penjara. Mengingat anak saya,rasanya napas saya mau berhenti” Kata Aldo.

Di dalam penjara,Aldo merasa sendirian.Dia tidak lagi mendapat kabar dari istrinya.Hal itu disebabkan karena Aldo tidak memiliki alat komunikasi,semacam handphone.

Sebagai penghuni baru di dalam penjara,Aldo tidak memiliki keberanian untuk meminjam Handphone kepada sesamanya narapidana. Sampai pada akhirnya Aldo akrab dengan seseorang di dalam penjara,yang mau meminjamkan Hpnya. Melalui Hp itulah Aldo bertukar kabar dengan istrinya.

Suatu hari,istrinya menelpon.Dia meminta kerelaan Aldo untuk melepaskannya karena mau menikah lagi. Saat itu,Aldo bertanya apa alasan istrinya sehingga mau menikah.Istrinya pun menjawab,karena ada lelaki tua,duda kaya raya yang ingin melunasi semua hutang hutang Aldo dan istrinya,dengan syarat istri Aldo mau dijadikan istri.

Aldo marah mendengar perkataan istrinya.Dia tidak terimah semua itu,karena Aldo sangat mencintai istri dan anaknya. Akhirnya Aldo menyerah akan nasib buruk yang selalu datang silih berganti dalam perjalanan hidupnya.

“Hanya satu alasan yang membuat diri saya akhirnya mengijinkan istri saya menikah lagi,karena para penagih hutang mengancam akan mengusir istri saya dari rumah satu satunya yang saya miliki dan hanya duda kaya itu,yang dapat menolong istri saya dari beban hutang kami. Sejak saat itu,saya tidak lagi mendengar kabar dari istri saya,” Tutur Aldo

Sudah satu setengah tahun,Aldo menjalani hukumannya.Dia sudah mulai menerima kenyataan hidupnya.Dia pun tidak terlalu kaget,ketika mendengarkan kabar kalau istrinya sudah menikah dengan laki laki tua,duda yang kaya di kampungnya. Aldo akhirnya pasrah menjalani sisa sisa masa tahananannya di dalam penjara.(Tamat)

Read Previous

KEMAH ILMIAH & BUDAYA 2019 DPD KNPI KAB.KUTAI TIMUR – GREBEK OmWP

Read Next

PRABOWO SUBIANTO : Jika Presiden Membutuhkan,Kami Siap Membantu

One Comment

  • Ada apa dengan puskesmas sangatta utara ??? Mediakutim.com berani nggak cari tau apa yg terjadi !!! Buktikan klo mediakutim.com independent

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *