fbpx

Ketika Syahrul Yasin Limpo Melamar Jadi Dosen Unismuh

Foto TribunTimur

Syahrul Yasin Limpo (64) sudah resmi jadi Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju dalam pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Syahrul dilantik bersama para menteri lainnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

Nama Syahrul Yasin Limpo (SYL) tentu sudah tidak asing lagi di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, karena SYL adalah mantan Bupati Gowa dua periode, mantan Wakil Gubernur Sulsel (mendampingi HM Amin Syam), dan mantan Gubernur Sulsel dua periode (berpasangan Agus Arifin Nu’mang).

Selain itu, SYL juga mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel dan sudah 15 tahun lamanya menjabat Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan, tepatnya sejak 2004 sampai sekarang.

Organisasi lain yang pernah dipimpinnya yaitu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel (sekretaris), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulsel, Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawiraan Indonesia (FKPPI) Sulsel, Federasi Olah Raga Karate-do Indonesia (FORKI) Sulsel, Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) Sulsel, serta Organisasi Amatir Radio Indonesia Daerah (ORARI) Daerah Sulsel.

Saat menjabat Gubernur Sulsel, SYL bahkan dua periode menjabat Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Sebelum terangkat jadi Menteri Pertanian, SYL pindah dari Partai Golkar (Sulsel) ke Partai Nasdem (pusat).

Berbagai kiprah SYL tersebut sudah banyak diketahui orang, namun tidak banyak yang tahu bahwa Syahrul Yasin Limpo juga adalah seorang akademisi, tepatnya dosen tetap Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Bagaimana ceritanya sampai seorang Syahrul Yasin Limpo menjadi dosen tetap di Unismuh Makassar?

Ceritanya berawal saat SYL tampil sebagai pembicara tunggal pada Seminar Nasional bertema “Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Teknologi Mewujudkan Kesejahteraan”, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 05 Juli 2018.

Awalnya hanya bercanda, tapi kemudian menjadi kenyataan. Canda tersebut diungkapkan Rektor Unismuh, Prof Abdul Rahman Rahim, saat memberikan kata sambutan.

“Mumpung belum kemana-mana dan memang selalu ada di Muhammadiyah, maka kami melamar beliau menjadi dosen Unismuh Makassar,” kata Rahman Rahim sambil tersenyum.

Candaan tersebut langsung disambut tepuk-tangan meriah dari ribuan peserta seminar yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Unismuh Makassar.

Masih dalam suasana ceria, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh, Dr HM Syaiful Saleh, dalam sambutannya juga “menggoda” Syahrul Yasin Limpo.

“Kalau rektor meminta, maka saya sebagai Ketua BPH dan perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memerintahkan beliau mengajar di Unismuh, tapi kita tunggu jawaban beliau,” kata Syaiful juga sambil tersenyum dan lagi-lagi mendapat sambutan tepuk-tangan meriah dari para peserta seminar.

Canda dan godaan tersebut juga disambut dengan canda dan godaan balasan dari Syahrul Yasin Limpo. Pria kelahiran Makassar, 16 Maret 1955, dengan gayanya yang khas mengaku siap menjadi dosen Unismuh dan bahkan menambahkan bahwa dirinya bersedia tidak dibayar sebagai dosen.

“Saya siap jadi dosen di Unismuh dan saya tidak perlu dibayar,” kata Syahrul.

Jawaban sekaligus pernyataan Syahrul itu pun langsung mendapat sambutan tepuk-tangan meriah dari ribuan dosen dan mahasiswa Unismuh Makassar yang menghadiri seminar nasional tersebut.

Terima SK Dosen Tetap Fisip

Meskipun sifatnya hanya candaan khas dari para petinggi sebagaimana sering terjadi pada berbagai pertemuan atau forum lainnya, Dekan Fisip Unismuh Dr Ihyani Malik ternyata menseriusi candaan tersebut.

Ia dengan sigap membuat usulan kepada Rektor Unismuh untuk pengangkatan Dr Syahrul Yasin Limpo sebagai dosen tetap Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan Fisip Unismuh Makassar.

Awalnya Rektor Unismuh Abdul Rahman Rahim ragu dengan usulan tersebut, karena belum terlalu yakin bahwa Syahrul Yasin Limpo bersedia menjadi dosen tetap di Unismuh, namun ia akhirnya menyetujui dan menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Syahrul Yasin Limpo sebagai dosen tetap.

Dan “gayung bersambut, kata berjawab”, ternyata Syahrul pun menerima dengan baik SK pengangkatan dirinya sebagai dosen tetap di Unismuh Makassar.

Dan bukan menerima SK secara diam-diam dari Dekan Fisip Ihyani Malik kepada dirinya, Syahrul Yasin Limpo bahkan diundang khusus menghadiri acara wisuda ke-66 Unismuh, Gedung Balai Sidang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 15 November 2018, untuk menerima SK Dosen Tetap Prodi Ilmu Pemerintahan Fisip Unismuh Makassar.

Penyerahan SK oleh Rektor Unismuh Abdul Rahman Rahim tersebut bukan hanya disaksikan oleh para dosen dan mahasiswa yang diwisuda, melainkan juga oleh ribuan undangan, termasuk Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Edi Suandi Hamid (Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Litbang PP Muhammadiyah).

Juga hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi Prof Jasruddin Malago, Koordinator Kopertais Wilayah VIII/Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Musafir Pababbari, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse.

Pernyataan Rektor Unismuh

Rektor Unismuh Abdul Rahman Rahim, dan Ketua BPH Unismuh Syaiful Saleh dalam sebuah kesempatan pernah mengatakan, “Republik ini rugi kalau tidak memanfaatkan Syahrul Yasin Limpo dalam mengelola pemerintahan.”

Tentu saja Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mendengarkan secara langsung pernyataan Rektor Unismuh dan Ketua BPH Unismuh tersebut, tapi ternyata kemudian Syahrul Yasin Limpo diangkat menjadi Menteri Pertanian dalam pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin.

Maka jadilah Syahrul Yasin Limpo dosen pertama Unismuh Makassar yang terangkat menjadi menteri. Dan ke depan, bukan tidak mungkin akan ada lagi dosen Unismuh yang diangkat menjadi menteri. (Asnawin Aminuddin)

Read Previous

Iriani Nini, Wanita Tangguh Distributor Ayam Potong Sangatta – Grebek OmWP

Read Next

Begini Cara Mengawinkan Kelinci dengan Baik & Benar – Grebek OmWP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *