fbpx

GURU DAN BAYANG BAYANG PERMASALAHANNYA (refleksi hari guru 2019)

Foto – Google.com

Oleh : Dr.Muslimin, M.Si

Dr. Muslimin, M.Si

Hari guru nasional kembali di peringati pada tanggal 25 November 2019 yang juga merupakan sebagai penetapan lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang di mulai sejak tahun 1994 dan itu artinya sudah 18 tahun di peringati secara seremonial di seluruh indonesia.

Berbicara tentang guru seolah tidak ada habisnya dan selalu hangat di perbincangkan diberbagai kalangan, berbagai profesi, di sudut sudut ruang, baik formal maupun non formal bahkan di dunia maya semua sisi dan dimensinya selalu menarik untuk di diskusikan demi mencari solusi perbaikan pendidikan, perbaikan guru ke depan.

Profesi guru salah satu profesi yang mulia dan sangat menantang bahkan dukanya begitu mendalam ketimbang sukanya. Dalam pidato mendikbud dalam rangka hari guru nasional menggaris bawahi bahwa betapa guru menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi generasi bangsa kedepan meskipun saat ini masalah guru begitu rumit dan kompleks dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya. Mendikbud mengajak kepada insan guru untuk melakukan perubahan, melakukan inovasi, kreativitas dalam proses belajar mengajar agar nuansa pembelajaran tidak monoton, tidak membosankan tetapi justru menyenangkan dan membahagiakan bagi peserta didik.

Peringatan hari guru tahun ini tentu menjadi momentum yang cukup penting dan strategis untuk menata dan mempersiapkan diri dalam mengarungi era industri 4.0 dimana guru menjadi salah satu elemen penting dalam era itu. Guru dituntut untuk beradaptasi dan membekali diri, mempertajam kompetensi dan menguasai bidang ilmu yang berkaitan langsung dengan tuntutan perubahan era industri 4.0, paradigma dan mindset guru menjadi penting untuk berubah menyesuaikan kondisi kekinian jika tidak ingin ditinggal.

PERMASALAHAN GURU SAAT INI

Permasalahan guru seolah tidak berujung betapa rumit dan kompleks baik di hulunya terlebih di hilirnya, semua memerlukan solusi yang tepat, terukur dan berdampak positif bagi kemajuan pendidikan.

Menurut Dr.Cepi safiuddin dalam makalahnya’ membangun guru masa kini’ bahwa setidaknya ada 6 masalah pokok tentang guru, yaitu :

1. Distribusi guru yang tidak merata, terjadi kesenjangan sebaran guru di perkotaan dan pedesaan yang cukup lebar.
2. Ketidaksesuaian bdang ilmu dengan bidang kerja guru, permasalahan kekurangan bidang studi tertentu menjadi alasan utamanya sehingga ada guru mengajar diluar bidang keilmuannya.
3. Kualifikasi pendidikan yang belum tercapai, kualifikasi standar tenaga pendidikan yang belum sepenuhnya di terapkan sehingga mempengaruhi kualitas dan kompetensi guru dalam mengajar,
4. Kompotensi dan karier guru, dari hasil uji kompetensi awal yang dilakukan pada 275.768 guru tingkat nasional, hasilnya cukup menyedihkan, dari bobot 100 ternyata niai terendah dari dari hadil uji itu adalah 1 dan rata rata skornya adalah 41,5. Hal ini mengindikasikan bahwa kompetensi guru masih jauh dari yang di harapkan.
5. Peningkatan keprofesian berkelanjutan belum optimal, peningkatan keprofesian berkelanjutan (PKB) belum optimal khususnya yang terkait pengembangan diri, publikasi ilmiah, karya inovasi sehingga mempengaruhi lahirnya guru profesional sesuai amanat konstitusi.
6. Rekrutmem guru belum efektif, rekrutmen guru patut di duga belum sepenuhnya berjalan secara profesional sehingga kualitas calon guru dapat mempengaruhi kualitas guru dalam melakukan kewajibannya.

Permasalahan permasalahan guru saat ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, bukan hanya pemerintah meskipun pemerintah bertanggung jawab penuh sesuai amanat konstitusi, tetapi juga masyarakat, pemerhati pendidikan, elemen elemen yang peduli dengan nasib generasi bangsa kedepan. Bahwa betapa kesadaran bagi semua kalangan baik kesadaran politik, kesadaran hukum terlebih kesadaran akademik tentang perbaikan pendidikan, tentang perbaikan kualitas guru menjadi keharusan yang tidak bisa diperdebatkan apalagi ditunda.

Pendidikan adalah investasi yang tak bisa diukur dengan nilai materi, sangat mahal harga yang harus dibayar jika kita gagal dalam mengelola pendidikan termasuk gagal mengelola guru, betapa masa depan bangsa ini sangat ditentukan pendidikan hari ini, dan guru menjadi kunci utamanya.

SELAMAT HARI GURU, JAYALAH GURUKU.

Read Previous

5 M Gelar Syukuran, Di Hadiri Tidak Kurang Dari 10 Ribu Warga Sangata

Read Next

Aminuddin Gudang: Jadi Guru Tahun 1957, Gaji Pertama Rp375

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *