fbpx

RENCANA BERUJUNG BENCANA

CERPEN : Asri Tawang,.

Sore Menjelang Magrib.La Domeng dan Istrinya.Suraidah ,sedang asyik berceritera di beranda rumahnya.

Sesekalai mata La Domeng berbinar penuh harapan. Sementara wajah istrinya bersemu merah mendengar rencana yang di sampaikan Suaminya,La Domeng.

Di sisi lain,Jumiah anak semata wayang La Domeng.Asik nguping mendengar rencana rencana Bapaknya dari bilik kamarnya. Hatinya bersorak,riang gembira.

” Jadi…! Bapak serius mau nanam singkong di hamparan tanah yang luas di depan rumah kita ini,” tanya istri La Domeng.

” Benar Istriku sayang ? Kapan sih suamimu ini pernah membohongimu? Rencana ini,akan berjalan dengan baik.Lagi pula harga singkong lagi naik daun.”

” Yang saya percayai dari Bapak,adalah banyak rencana.Banyak cita cita.Namun semua hanya sebatas rencana,dan tidak pernah rencana itu,dijalankan,” Jawab istri La Domeng sambil mencibirkan bibirnya

” Itu kan dulu, sayang ? ” Kata La Domeng sembari mencubit lengan istrinya manja. ” Lagian ini kan bagian dari ikhtiar ”

” Apa hubungannya rencana dengan ikhtiar Pak ? Setahu saya,ikhtiar itu dikerjakan.Bukan hanya sebatas rencana dan wacana. Bapak ini,seperti politisi yang banyak khayal,banyak kesah aja.”

” Maksud suamimu ini,direncakan dulu baru dikerjakan.Kenapa Kau larikan ke politik ? ”

” Kan politisi biasanya begitu Pak…! Mau ini,mau itu.Tahu tahunya gak ada yang nampak terjadi,” jawab Istri La Domeng

” Tapi Saya kan bukan politisi,”

” Iya…Iya…! Nah,kalau singkong kita panen,kita nanti punya uang banyak ya Pak ? ” Lagi lagi istri La Domeng bertanya.Kali ini dia ikut ikut menghayal.

” Itu sudah pasti,istriku sayang? ” Jawab La Domeng sambil menghirup kopinya yang sudah mulai dingin.

“Lalu uangnya,kita apakan Pak ? ” Tanya Suraidah semakin bersemangat

“Saya akan belikan sepeda motor,dan mengajakmu keliling kampung,” jawab La Domeng

” Sy Akan Belikan Sepeda Motor Dan Mengajakmu Keliling Kampung”.

” Asyik …!” Kata Suraidah,sembari menyandarkan kepalanya di dada La Domeng.

” Aku ikut ya Pak !” Teriak Jumiah dari balik kamarnya

” Kalau motornya masih baru,tidak boleh dipaksakan bermuatan berat.Lagi pula helmnya hanya dua,” Jawab La Domeng

” Pokoknya Aku ikut !” Desak Jumiah

” Tidak Boleh ! ”

” Pokoknya Aku ikut..!” Teriak Jumiah,yang mulai hilang kesabarannya

” Jumiahhhhh…! ” Teriak La Domeng,” Kalau Bapak ngomong tidak Boleh….Ya tidak Boleh…! Dasar anak kepala batu.” Hardik La Domeng

” Bapak pelit…Bapak pelit…Ingat ya Pak …?Kalau saya tidak ikut, Saya do’akan motor Bapak nabrak sapi sampai motor Bapak Hancur.”Kata Jumiah,tak kalah sengitnya melawan Bapaknya.

Mendengar Do’a anaknya, La Domeng,murka.Dia beranjak,masuk ke kamar anak semata wayangnya itu. Tak berselang lama, terdengar suara prak prak prak. diiringi tangis Jumiah yang meraung raung. Kegaduhan di dalam rumah La Domeng tidak bisa dihindari.

Bersamaan dengan Itu,Bapak kepala desa tempat La Domeng bermukim, lagi blusukan mengunjungi warganya.Maklum, di desa La Domeng tak lama lagi dilakukan PILKADES.

Mendengar kegaduhan di rumah La Domeng,akhirnya memancing minat Pak Kades mampir di rumah La Domeng.Ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.

“Ada apa ini La Domeng ? Kok gaduh betul.Seperti gaduhnya komentar di facebook yang menyoroti para kandidat calon bupati yang balihonya sudah banyak di pasang di pertigaan jalan saja,” Tanya Pak Kades

” Anu…Anu Pak Kades…Anak saya,Jumiah. Terlalu kurang ajar ke orang tua.Coba bayangkan Pak Kade.Saya sudah ngomong kalau motor baru itu tidak boleh bermuatan bera.Eh malah ngotot jumiah mau ikut …Saya bilang tidak boleh,Malah dia ngolok kalau saya orang tua pelit. Bahkan Jumiah anak saya itu,mendoakan saya menabrak sapi,agar motor baru saya hancur.Kan kasihan saya Pak Kades.Motor barunya hancur gara gara nabrak sapi. Dasar anak tidak tahu diuntung,” Kata La Domeng,menjelaskan asal muasal terjadinya kegaduhan di dalam rumahnya.

” Pak La Domeng ini,mau kemana naik motor baru ? “seidik kepala Desa.

” Mau keliling kampun berduaan dengan Ibunya Jumiah Pak Kades,”Kata La Domeng

” Coba ….! Mana motor barunya La Domeng. Saya ingin lihat.Siapa tahu nanti dana desa sudah ditransfer dari pusat,saya ingin beli motor baru,sebagai motor operasional di desa kita ini,” Tanya Pak Kades.

“Motornya baru direncanakan Pak Kades,maksudnya kalau singkong saya sudah panen,saya akan beli motor baru Baru.”

” Lha …! Tanaman singkongnya mana Pak La Domeng,”Selidik Pak Kades.

” Juga baru direncanakan pak Kades,” Jawab La Domeng sambil menundukkan kepala.

” La Domeng….La Domeng.Semua baru direncanakan tapi Anakmu sudah Kau korbankan …Kamu itu La Domeng,dari dulu banyak rencana.Dan setiap rencanamu itu,belum terlaksana,tetapi sudah mengorbankan orang lain,” Kata Pak Kades,sambil geleng geleng kepala.

Tamat.

Read Previous

PRASANGKA

Read Next

APAKAH JOKOWI AKAN MEMASANG PASAK PAKU DI KECAMATAN SEPAKU SEBAGAI PUSAT IKN DI KALTIM?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *